HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tersangka Kasus Pemalsuan Vaksin Bertambah Jadi 18 Orang

6

HARIANACEH.co.id — Penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus vaksin palsu, R. Dengan begitu, total tersangka kasus tersebut berjumlah 18 orang.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Agung Setya mengatakan, R merupakan salah satu dari dua orang yang sempat diperiksa Bareskrim kemarin. R berperan sebagai distributor dalam kasus ini.

“Sekarang sudah 18 tersangka. Dia ini pemegang distributor resmi, tapi juga penjual (vaksin palsu),” kata Agung di Bareskrim Polri, Jakarta seperti dilansir MTVN, Jumat (1/7/2016).

Agung mengatakan, R ditangkap di kawasan Jakarta Timur. Saat ditangkap, R sempat membuang barang bukti berupa vaksin dan botol kosong di sungai. Namun, penyidik mampu menemukan barang bukti tersebut.

Sementara itu, soal hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan, delapan vaksin yang telah diuji dinyatakan palsu. Namun demikian, Agung tidak dapat menyebutkan vaksin-vaksin apa saja yang dipalsukan.

Dia menambahkan, vaksin palsu ini memiliki dampak yang cukup berbahaya. Sementara itu, dari hasil pra-rekonstruksi kemarin, penyidik menemukan fakta ada sekitar 294 balita yang divaksin di klinik Bidan Elly Novita di Ciracas, 48 di antaranya diberikan vaksin palsu.

“48 diimunisasi vaksin palsu. Ini data dari 2016. Tindak lanjutnya tadi, dari puskesmas, kesehatan akan periksa 48 balita itu untuk diimunisasi ulang,” tutur dia.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di tempat terpisah memaparkan, hasil sampel vaksin yang diambil dari klinik di Ciracas memang ditemukan vaksin palsu. Dari delapan jenis vaksin yang wajib diberikan sejak lahir untuk balita, vaksin Hepatitis B terdeteksi palsu.

Kasus pemalsuan vaksin ini membuat geram berbagai kalangan. Presiden Joko Widodo jadi salah satu pihak yang geram mengetahui hal ini.

Presiden Jokowi menyatakan, pemalsuan vaksin sebagai kejahatan luar biasa. Para pelaku, kata Jokowi, patut mendapat hukuman seberat-beratnya, agar mendapat efek jera.

Vaksin palsu beredar di beberapa wilayah Indonesia. Kawasan Jabodetabek dipercaya jadi salah satu tempat yang paling banyak didistribusikan vaksin palsu.

Sampai sejauh ini, empat rumah sakit di Bekasi, dua klinik, dua apotek, dan satu toko obat diketahui berlangganan vaksin palsu ini. Namun, polisi belum mengungkapkan nama-nama rumah sakit tersebut.

loading...