HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

FOPISA Gelar Diskusi "Wajah Hitam Kota Langsa"

8

HARIANACEH.co.id Langsa — Forum Pemuda Peduli Kota Langsa (FOPISA) menggelar pertemuan dengan Pemuda Desa se Kota Langsa. Dalam pertemuan tersebut FOPISA membahas berbagai persoalan yang mencekam nasib dan masa depan pemuda yang di kemas dalam bentuk diskusi “Wajah Hitam Kota Langsa”.

Kegiatan ini di hadiri oleh 80 pemuda dari 66 utusan desa di Kota Langsa dan dilaksanakan di kantor Sektariat Forum Pemuda Peduli Kota Langsa, Jalan Jendral A.Yani, lr. Islah, Desa Paya Bujuk Tunonģ Kecamatan Langsa Barat, Minggu (03/07/2016).

Novrizal, (Ketua FOPISA), mengungkapkan pembahasan “tajam” dalam diskusi ini, “Kota Langsa membutuhkan pemimpin yang mampu menghantarkan harapan baru bagi masyarakat dan pemuda”.

“Langsa Kota Jasa dihuni 180 ribu lebih jiwa yang menggantungkan nasib dan harapan di Kota kecil ini, sulitnya ekonomi dalam memenuhi kehidupan sehari-hari bak kerikir terjal”.

“Perkembangan yang alot membelenggu kehidupan masa depan pemuda Langsa yang tersingkir oleh pendatang dan laju padatnya Kota Langsa”, ujar aktifis Langsa kepada wartawan HARIANACEH.co.id, Minggu (03/07/2016).

FOPISA Gelar Diskusi Wajah Hitam Kota Langsa (03/07/16)
Novrizal (Ketua FOPISA), (HAI)

Hermansyah mengatakan adapun pembahasan yang disampaikan dalam diskusi “Wajah Hitam Kota Langsa” adalah:

– “Aceh urutan ke 4 pengangguran di Indonesia dan termasuk dalamnya pemuda Langsa
– Sistem ekonomi berada dalam satu golongan
– Lahirnya aliran orde baru dalam pemerintahan
– Kemerdekaan berpikir terkekang tak bereaksi bagi aktifis dalam bayangan sang golongan
– Pencitraan dan foto bak bintang iklan tersebar bebas dalam media menjadi kebanggaan
– Organisasi NKRI terabaikan dan lumpuh bagaikan anak Tiri
– Kreatifitas dan seni pemuda terabaikan
– Pemborosan anggaran tak tepat guna
– Program proyek yang menguntungkan menjadi prioritas
– Pemimpin menjadi kepala dinas dan Anggaran berpihak pada golongan
– Aspirasi anggaran menjadi milik keluarga bahkan menantu dan sanak keluarga
– Pengangguran semakin meningkat dan PSK siluman semakin marak
– Nasib anak yatim dan korban konflik terabaikan dan janda tua tak tersantuni
– Penghargaan terhadap anak bangsa terlupakan”, ungkap Sekjend FOPISA.

Harza (Aktifis Mahasiswa STIM Pase Langsa), “Investor enggan investasi di kota ini, memikirkan keamanan, sulitnya birokrasi dan kemampuan pemimpin yang tak mampu dalam membangun jaringan karena terbatasnya koneksi dan SDM, sehingga wajar produk khas Langsa mati suri tak berkembang dan hanya menjadi bahan bawaan pemerintah”.

“Hal ini sangat membahayakan kondisi masyarakat dan pemuda kedepan, bayangkan anggaran Otsus akan berakhir, namun sampai saat ini pemerintah belum mampu menjadikan Langsa sebagai Kota Mandiri, sehingga akan merusak sistem ekonomi dan melumpuhkan Langsa Kota Jasa”, tambahnya. (HAI/Hamzah)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time