HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kalender Hari Besar Islam, DPR Harap Dipermanenkan Kemenag

Umat Muslim Indonsia salat tarawih pertama Ramadhan 2016 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu 5 Juni 2016, (MI/Mohamad Irfan)
17

HARIANACEH.co.id — Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid berharap ke depan Kementerian Agama mempermanenkan kalender hari-hari besar Islam. Kalau ada kepastian, menurut dia, penentuan awal puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tidak perlu lagi sidang isbat.

Sodik beranggapan, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang. Pakar astronomi muslim yang mumpuni sudah banyak. Selain itu, menurut dia, lembaga astronomi di Tanah Air juga sudah mampu.

Mengingat hal tersebut, ia yakin, umat Islam di Indonesia mampu menghitung secara akurat tibanya hari -hari raya Islam beberapa tahun sebelumnya.

“Ke depan, kalender hijriyah yang di dalamnya terdapat hari besar Islam seperti hari wukuf haji, hari awal Ramadan, 1 Syawal dan lain-lain, ditetapkan permanen seperti kalender Masehi,” kata Sodiq seperti dilansir MTVN, Senin (4/7/2016).

Anggota Partai Gerindra itu mengakui, untuk penetapan hari-hari penting Islam memang perlu kehati-hatian. Namun, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, umat Islam di Indonesia sudah mampu menghitung secara akurat tibanya hari raya.

“Sidang isbat digelar beberapa tahun sebelumnya untuk menetapkan kalender Hijriyah yang akan berlaku puluhan tahun. Jadi sidang isbat tidak digelar tahunan, menjelang tibanya hari-hari penting tersebut,” ujar Sodiq.

Pada H-1 Hari Raya Islam, lanjut Sodiq, Kementerian Agama hanya mengingatkan dan mengukuhkan kembali tibanya hari tersebut tanpa harus sidang isbat lagi.

Sodik menjamin, dengan begitu umat Islam mendapat kepastian jauh lebih awal tentang tibanya hari raya. Penetapan kalender hari penting umat Islam juga menghemat energi, terutama psikologis ketika berbeda pendapat dalam sidang isbat.

“Walau perbedaan pendapat adalah rahmat, tetapi ketika berbeda pendapat urusan masif dan jelang hari raya penting, kurang nyaman dan kurang menguntungkan bagi umat,” katanya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat