HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Nenek Antri Sembako Pingsan di Depan Presiden

1

HARIANACEH.co.id — Sawinah, 62, warga Kampung Ranca Garut, Desa Cirende, Kecamatan Kalanganyar, Lebak, Banten, pingsan saat mengantre sembako yang diberikan Presiden Joko Widodo pada Senin 4 Juli 2016 siang.

Sawinah pingsan lantaran terjepit di tengah kerumunan warga yang mengantre. Petugas kesehatan yang disiagakan langsung membawa Sawinah ke posko kesehatan.

“Nenek ini kelelahan karena saat mengantre dia sedang berpuasa,” kata Samsuri, petugas medis Puskesmas Kalanganyar.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo membagikan paket sembako lebaran saat berkunjung ke Banten menjelang Idul Fitri 1437 Hijriah. Keduanya menyempatkan diri untuk bertemu masyarakat di Banten.

Sekitar pukul 08.05 WIB, Presiden beserta rombongan berangkat dari kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor menuju Banten.

Sejumlah lokasi yang dikunjungi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Banten kali ini secara berurutan ialah Kampung Salahaur (Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung), Kampung Kongsen (Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung), Kampung Ranca Garut (Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar), serta sekitar alun-alun Pandeglang.

Presiden Joko Widodo tiba di lokasi pertama sekitar pukul 10 WIB. Presiden yang saat itu didampingi oleh Gubernur Banten, Rano Karno, disambut langsung oleh Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya setibanya di lokasi.

Di kampung yang di dalamnya berdiri 8 pondok pesantren tersebut, warga sudah berkumpul rapi di tenda yang telah disiapkan untuk menunggu kedatangan Presiden.

Presiden kemudian membagikan 1.000 paket bahan pokok yang di antaranya berisikan beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Presiden Joko Widodo menyalami warga di lokasi pembagian paket sembako gratis di Kampung Salahaur, Lebak, Banten, Senin (4/7)
Presiden Joko Widodo menyalami warga di lokasi pembagian paket sembako gratis di Kampung Salahaur, Lebak, Banten, Senin (4/7), (MI/Panca Syurkani)

Kedatangan Presiden dan bantuan yang diberikan tentu saja membuat masyarakat sekitar merasa sangat terbantu.

Yuli, 22, warga di Kampung Salahaur Banten yan menerima bantuan, mengaku merasa senang dan terbantu dengan kedatangan Presiden Joko Widodo ke kampungnya.

“Senang banget, baru pertama kali lihat Presiden ke sini. Untuk lebaran bantuan ini bermanfaat banget, buat bikin kue bisa,” kata Yuli yang bersuamikan seorang buruh itu.

Usai bertemu dengan warga di Kampung Salahaur, Presiden beranjak menuju lokasi berikutnya di Kampung Kongsen yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Kampung Salahaur.

Setibanya di lokasi, Presiden langsung disambut oleh Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi bersama warga setempat yang telah menunggu kedatangan Presiden. Di sana, Presiden juga membagikan 1.000 paket bahan pokok kepada warga setempat yang kurang mampu.

Selain membagikan paket bahan pokok, seperti biasa Presiden juga membagi-bagikan buku tulis dan bentuk bantuan lainnya.

Sesaat sebelum beranjak meninggalkan lokasi, terjadi momen yang cukup mengharukan. Seorang ibu bersama dengan anaknya memanggil nama Presiden yang membuat beliau menoleh dan mendatangi ibu tersebut.

Rupanya, si buah hati kemudian diketahui merupakan seorang penyandang disabilitas. “Sudah sakit begini sejak kecil,” ujar sang ibu menjawab pertanyaan Presiden. Setelahnya, Presiden memberikan sebuah amplop kecil kepada ibu tersebut.

Kampung Ranca Garut menjadi lokasi ketiga yang dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo setelah sebelumnya singgah di gedung pendopo Kabupaten Lebak untuk beristirahat sejenak dan melaksanakan shalat Dzuhur.

Kampung ini terbilang unik karena untuk mencapainya setiap warga harus melewati jembatan gantung sepanjang kurang lebih 80 meter yang terbentang di atas Sungai Cisimeut.

Tak terkecuali Presiden Joko Widodo dan rombongan yang terlebih dahulu harus melalui jembatan yang berkapasitas maksimal sekitar 20 orang tersebut.

Presiden Joko Widodo bersama Iriana Jokowi melewati jembatan gantung seusai membagikan sembako dan uang kepada warga kurang mampu di Kampung Ranca Garut, Sangiang Tanjung, Lebak, Banten, Senin (4/7)
Presiden Joko Widodo bersama Iriana Jokowi melewati jembatan gantung seusai membagikan sembako dan uang kepada warga kurang mampu di Kampung Ranca Garut, Sangiang Tanjung, Lebak, Banten, Senin (4/7), (Antara/Asep Fathulrahman)

“Jadi ini salah satu dari sepuluh jembatan-jembatan kecil yang kita buat di sini, di Lebak. Tapi masih ada 318 jembatan yang harus dikerjakan lagi tahun ini. Dari sisi keamanan yang ini sudah baik, kalau yang sebelumnya ada yang lebih seram,” ujar Presiden Joko Widodo kepada para jurnalis.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 12.40 siang, Presiden langsung disambut kerumunan warga yang sudah menunggu sejak pagi.

Setelah bersalaman dengan perangkat desa dan beberapa warga setempat, Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo langsung membagikan paket bahan pokok yang sudah disiapkan sebelumnya. Sejumlah paket bantuan diberikan kepada 1.000 keluarga kurang mampu dari total 1.327 keluarga yang ada di kampung ini.

Mengakhiri kunjungan kerjanya hari ini, Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan menuju alun-alun Kabupaten Pandeglang untuk menemui warga setempat dan membagikan paket bahan pokok.

Namun, tidak seperti di lokasi sebelumnya, pembagian di alun-alun Pandeglang tersebut sebelumnya tidak direncanakan dalam agenda kepresidenan.

Meski begitu, pembagian paket bahan pokok dengan jumlah sekitar 2.000 paket dapat dilakukan dengan tertib dan teratur.

Seusai kunjungan kerja ke Banten kali ini, Presiden Joko Widodo menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk langsung bertolak ke Kota Padang, Sumatera Barat, dalam rangka kunjungan kerja dan merayakan Idul Fitri di ranah Minang tersebut.

Lebaran tahun sebelumnya, Presiden Joko Widodo melaksanakan shalat Ied di Banda Aceh dan merayakan lebaran bersama masyarakat setempat.

loading...