HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rangers Pidie Berhasil Atasi Kebakaran Hutan Tangse

8

HARIANACEH.co.id, Sigli — Kebakaran Hutan Pinus kembali terjadi di Kemukiman Beungga Kecamatan Tangse, Pidie pada hari Minggu (3/7/2016), beberapa titik api sudah mulai terlihat dari wilayah pemukiman warga sekitar pukul 17.00 WIB, lokasi kebakaran yang terjadi kali ini tidak jauh dari tempat dimana kebakaran serupa pernah terjadi pada 2013 silam.

Anggota Beungga Ranger yang juga masyarakat Kemukiman Beungga, Tangse langsung melakukan koordinasi dengan para pihak guna melakukan respon cepat dan mitigasi dampak kebakaran tidak meluas lebih lanjut, mengingat lokasi kebakaran merupakan hutan pinus yang makin mempercepat tingkat terjadinya kobaran api ditambah dengan musim kemarau dan kondisi angin kencang.

Dukungan respon juga datang dari anggota jajaran Kodim 0102 Pidie dengan mengerahkakan puluhan personilnya ke lokasi bergabung bersama-sama dengan anggota Pela Ranger dan masyarakat guna menangani kebakaran hutan pinus tidak semakin membesar dan meluas.

Lokasi titik kebakaran terjadi di daerah yang sulit dijangkau dan jauh dari sumber air, memaksa tim melakukan pemadaman dengan cara membuat sekat bakar pada Senin, 4 Juli 2016 pukul 3.30 WIB, api berhasil dipadamkan delapan jam kemudian dan diperkirakan tidak kurang 10 hektar hutan terdampak kebakaran.
Untuk diketahui, di sekitar hutan tersebut banyak perkebunan masyarakat dan dugaan sementara sumber api berasal dari salah satu kebun warga.

Sudah dua kali kawasan hutan lindung disekitar sini terbakar, namun hingga kini belum ada langkah penegakan hukum dari pihak berwenang, jika hal tersebut dibiarkan maka tak tertutup kemungkinan peristiwa itu kembali terulang.

Sekjen Federasi Ranger Aceh, Wahdi Azmi memberikan appresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota lembaga Pela Beungga Ranger karena telah menunjukkan inisiatif dan dedikasi yang tinggi dan dengan cepat merespon kebakaran hutan yang telah dua kali dilakukan. “Respon dini yang cepat adalah kunci keberhasilan yang paling berharga dari segala upaya pemadaman kebakaran hutan, Pela Beungga ranger tidak hanya melakukan reaksi dengan cepat, lebih dari itu mereka melakukanya secara sukarela, bahkan mereka menolak untuk dikirimi dana emergency dari Federasi Ranger Aceh karena mereka telah meyakini dapat menanggulanginya” tambahnya.

Aceh Community Ranger adalah kelompok pemuda dan masyarakat pinggiran hutan yang telah dilatih serangkaian set keahlian dasar mulai dari navigasi dan pemetaan, SAR, mitigasi konflik satwa dengan manusia, survey keragaman hayati, pemasangan camera trapping, dan penanggulangan bencana serta kebakaran hutan.

Federasi Ranger Aceh mengajak para pihak untuk bisa bersama melakukan upaya pencegahan dari segala bentuk ancaman perusakan lingkungan termasuk kebakaran hutan/lahan.(Rel)

loading...