HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Fitur Enkripsi Messenger Diuji Facebook

3

HARIANACEH.co.id — Facebook sedang melakukan pengujian fitur baru yang disebut “secret conversation” alias pembicaraan rahasia pada aplikasi Messenger. Melalui fitur ini, Facebook menawarkan enkripsi end-to-end untuk beberapa pembicaraan pada Messenger.

Facebook mengatakan, saat ini, fitur ini hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu saja. Ia baru akan diakses oleh masyarakat umum pada musim panas tahun ini, yaitu sekitar bulan Juni hingga September.

Facebook berkata, menggunakan enkripsi end-to-end pada pembicaraan tertentu akan membuat privasi pengguna menjadi lebih terjaga ketika membicarakan masalah sensitif seperti masalah kesehatan atau keuangan.

“Kami mendapatkan masukan dari kalian semua, bahwa ada kalanya, Anda ingin keamanan yang lebih baik,” kata Facebook dalam sebuah blog post, seperti yang dilansir dari The Verge.

Dengan menawarkan fitur enkripsi end-to-end, Messenger dari Facebook menjadi salah satu aplikasi dari banyak aplikasi yang menawarkan enkripsi untuk menghindari pemantauan pihak ketiga. Di bulan April lalu, WhatsApp, yang berada di bawah Facebook, juga telah menawarkan fitur enkripsi.

Hanya saja, jika Messenger melakukan enkripsi hanya pada pembicaraan tertentu, WhatsApp melakukan enkripsi pada semua pembicaraan yang berlangsung.

Taktik ini dapat membuat Facebook terkesan lebih terbuka pada pemerintah dan penegak hukum. Dengan membuat fitur ini sebagai opsi yang bisa diaktifkan atau dinonaktifkan, kemungkinan besar, kebanyakan pengguna akan mengacuhkan fitur enkripsi ini.

Fitur Secret Conversation ini hanya dapat digunakan melalui satu ponsel, tablet atau komputer yang telah dipilih oleh sang pengguna. Dengan begitu, Facebook tidak perlu memberikan kunci enkripsi unik ke beberapa perangkat.

Pesan yang dikirimkan menggunakan enkripsi end-to-end akan memiliki format yang terbatas. Melalui pesan ini, Anda tidak akan bisa mengirimkan GIF atau video, setidaknya untuk saat ini. Pengguna juga mendapatkan pilihan untuk membuat pesan yang secara otomatis terhapus setelah beberapa waktu, sama seperti yang Snapchat lakukan.

Enkripsi end-to-end tidak menjamin integritas sebuah pesan. Namun, keberadaan enkripsi akan mendorong pihak berwajib untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi jika mereka ingin menyadap pesan yang dikirimkan melalui sebuah aplikasi messaging.

Hal ini dapat mendorong terjadinya gesekan antara pihak pemerintah dan perusahaan teknologi, sama seperti apa yang terjadi dengan FBI dan Apple. Selain itu, membuat Messenger dilengkapi dengan enkripsi juga dapat membuat Messenger dilarang digunakan di negara-negara tertentu.

loading...