HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tersiar Kabar Inggris Segera Dipimpin PM Perempuan

12

HARIANACEH.co.id — Tersiar kabar bahwa Inggris akan kembali dipimpin oleh perdana menteri perempuan.

Kabar ini muncul karena satu-satunya laki-laki anggota parlemen dari Partai Konservartif, Michael Gove, tersingkir dari proses pencalonan sehingga menyisakan dua kandidat perempuan.

Dua calon PM perempuan itu antara lain Theresa May dan Andrea Leadsom. May saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri sementara Leadsom menduduki kursi Menteri Energi.

“Saya telah memenangkan suara dari seluruh anggota parlemen Konservatif lintas golongan – mulai dari sayap kiri hingga kanan, pendukung kampanye Leave juga Remain,” ujar May, seperti dilansir CNN, Sabtu (9/7/2016).

Dalam kontes pemilihan pemimpin Partai Konservatif sekaligus PM Inggris, May yang merupakan pendukung kubu ‘Remain’ itu dilaporkan berhasil unggul dengan 199 suara. Sementara pesaingnya, Leadsom hanya mampu memenangkan 84 suara disusul Gove dengan 46 suara.

Michael Gove
Michael Gove, (AFP)

“Pemungutan suara ini menunjukkan bahwa Partai Konservatif bisa kompak, dan di bawah kepemimpinan saya, dan memang akan seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Gove menerima kekalahannya. Ia mengaku kecewa, namun pada saat yang sama ia menegaskan satu hal ‘penting’.

“Siapa pun pemimpin pemerintahan berikutnya di negara ini, pastinya ia adalah PM perempuan, dan ia memiliki kemampuan yang hebat. Dan saya tahu siapa pun yang menjadi pemenang di antara keduanya, ia akan memimpin negeri ini dengan baik,” ungkap Gove.

Gove dan rekan separtainya, Boris Johnson dikenal sebagai pengusung kampanye Leave yang menginginkan Inggris melepas keanggotaannya di UE.

Sebelumnya, Gove dikabarkan mendukung pencalonan Johnson sebagai pengganti PM David Cameron, namun belakangan ia menarik dukungannya dan justru mengajukan diri sendiri.

PM Inggris David Cameron
PM Inggris David Cameron. (AFP)

Cameron akan segera meninggalkan kursi perdana menteri pada Oktober mendatang setelah mengumumkan pengunduran dirinya sesaat setelah referendum Uni Eropa memutuskan Inggris harus keluar dari Uni Eropa.

Baik May atau Leadsom yang terpilih, keduanya sama-sama akan dicatat sejarah sebagai perempuan kedua yang menduduki kursi PM Inggris setelah Margaret Thatcher.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat