HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Aliran Dana Vaksin Palsu Ditelusuri Bareskrim

4

HARIANACEH.co.id — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memblokir rekening dan beberapa aset milik 18 tersangka kasus vaksin palsu. Ada dugaan, tersangka mengalihkan hasil penjualan vaksin palsu ke bentuk aset lainnya.

“Kita juga menelusuri aliran dana hasil kejahatan,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Namun, Agung enggan membeberkan jumlah rekening yang dibekukan. Ia mengaku masih menanti pernyataan resmi dari pihak bank.

“Sampai sekarang perhitungannya belum selesai, karena banyak tempat untuk rekening,” papar dia seperti dilansir MTVN.

Sedangkan aset yang telah disita, antara lain sebuah mobil dan motor milik tersangka Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Sementara untuk penyitaan aset yang tidak bergerak, polisi harus menunggu izin dari pengadilan.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Ali Bata Harahap memperlihatkan barang bukti vaksin dan serum yang palsu di Medan, Sumatera Utara
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Ali Bata Harahap memperlihatkan barang bukti vaksin dan serum yang palsu di Medan, Sumatera Utara, (ANT/Septianda Perdana)

Nantinya, penyidik akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melihat ke mana saja aliran dana tersangka. Selain itu, akan dipisahkan mana uang yang murni milik tersangka dengan hasil kejahatan.

Hingga saat ini, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan 18 tersangka. Mereka terdiri atas pembuat, distributor, dan tenaga medis yang terlibat dalam kasus vaksin palsu. Dua dari 18 tersangka tidak ditahan karena masih di bawah umur.

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 dan atau Pasal 197 jo Pasal 106 dan atau Pasal 198 jo Pasal 108 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Pasal 62 jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Distribusi vaksin palsu diketahui telah tersebar di sekitar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Semarang, Banten, Medan, Aceh, dan Padang. Sebanyak empat rumah sakit di Jakarta diduga turut membeli vaksin palsu. Tapi, polisi belum meyebut nama rumah sakit karena penyidik masih mendalami dan barang bukti ditakutkan akan dihilangkan.

Selain penyidik yang bekerja dalam upaya penegakan hukum, tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Kasus Vaksin Palsu juga melakukan tindak lanjut sesuai dengan kompetensi.

loading...