HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Turki Tak Bisa Gabung Uni Eropa Jika Berlakukan Hukuman Mati

4

HARIANACEH.co.id — Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan bahwa Turki tidak akan bisa bergabung dengan Uni Eropa jika memberlakukan hukuman mati.

Hal tersebut disampaikan oleh Merkel langsung kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melalui sambungan telepon sesaat tersiar kabar bahwa Erdogan mempertimbangkan kembali untuk diberlakukan kembali hukuman mati.

“Kanselir juga mendesak Presiden Turki untuk mematuhi prinsip-prinsip proporsionalitas dan aturan hukum. Gelombang terbaru dari penangkapan dan pemecatan militer di Turki adalah masalah serius,” ungkap Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/7/2016).

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, (AFP)

Ia juga meneruskan pesan Merkel bahwa Turki harus menangani orang-orang yang bertanggung jawab atas kudeta yang baru saja terjadi sejalan dengan aturan hukum.

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert menegaskan bahwa Jerman dan Uni Eropa menolak adanya hukuman mati.

“Sebuah negara yang memiliki aturan hukuman mati tidak bisa menjadi anggota Uni Eropa dan adanya hukuman mati di Turki nantinya, akan menjadi akhir dari negosiasi aksesi,” ucapnya.

Turki sendiri mengapus adanya hukuman mati pada 2004, yang memungkinkan membuka jalan Turki menjadi anggota Uni Eropa.

Terkait kudeta Turki, Erdogan memerintahkan agar pelaku kudeta ditangkap dan diadili.

Warga Turki gagalkan upaya kudeta militer, (AFP)
Warga Turki gagalkan upaya kudeta militer, (AFP)

Erdogan dan Pemerintah Turki menuduh ulama Muslim Fethullah Gulen yang merupakan mantan sekutu Erdogan adalah dalang dari kudeta tersebut.

Percobaan kudeta yang menewaskan 265 orang dan melukai 1.440 lainnya justru semakin memperkuat popularitas dan posisi Erdogan.

Turki menahan total 103 jenderal dan admiral setelah percobaan kudeta yang berakhir gagal.

Kudeta yang berawal pada Jumat malam berakhir gagal, hanya lima jam setelah dimulai. Pasukan loyalis Erdogan berhasil menggagalkan usaha faksi militer yang sempat memblokade sejumlah ruas jalan dengan tank.

loading...