HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ekstradisi, Gulen Minta AS Tolak Permintaan Turki

10

HARIANACEH.co.id — Ulama asal Turki Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat meminta Washington menolak permohonan Ankara untuk mengekstradisi terhadap dirinya terkait percobaan kudeta yang berakhir gagal.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh Gulen sebagai otak di balik kudeta pada 15 Juli. Gullen membantahnya, dan balik menuding bahwa Erdogan yang sengaja merekayasa kudeta untuk memperkuat posisinya.

“Sekali lagi Presiden Recep Tayyip Erdogan mendemonstrasikan dirinya akan melakukan segala cara untuk memperkuat kekuasaan dan membungkam para kritikusnya,” tutur Gulen, seperti dilansir AFP, Selasa (19/7/2016).

“Saya meminta pemerintah AS menolak segala upaya Turki dalam memanfaatkan proses ekstradisi untuk melancarkan balas dendam politik,” sambung dia.

Gulen sekali lagi menegaskan dirinya sama sekali tidak berada di balik kudeta militer Turki. “Sungguh sebuah lelucon tak bertanggung jawab jika menghubungkan saya dengan kudeta gagal tersebut,” tegas dia.

Sebagai pemimpin gerakan Hizmet, Gulen mempromosikan Islam aliran moderat ke sejumlah negara. Pemerintah Turki menyebut Hizmet sebagai grup teroris.

Fethullah Gulen
Fethullah Gulen, (AFP)

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan pemerintah telah mengirim empat arsip ke AS untuk mengekstradisi Gullen ke Ankara.

Gedung Putih menyebut Presiden Barack Obama telah mendiskusikan permintaan ekstradisi ini dengan Erdogan via telepon. Obama berjanji akan membantu upaya investigasi kudeta.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan keempat arsip sedang diteliti berdasarkan perjanjian ekstradisi antara AS dan Turki.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry sebelumnya meminta Turki untuk mengirim bukti nyata, bukan tuduhan. untuk mengekstradisi Gulen.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat