HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Usai Kudeta, Turki Lancarkan Serangan Udara Pertama

6

HARIANACEH.co.id — Militer Turki melancarkan serangan udara pertama mereka terhadap militan Kurdi di Irak bagian utara sejak berakhirnya kudeta pekan lalu.

Menurut laporan kantor berita Anadolu, Rabu (20/7/2016), serangan udara ditujukan kepada militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Hakurk, yang berujung pada tewasnya 20 orang.

Serangan ini menandai satu tahun berlanjutnya pertempuran antara Turki dengan PKK, setelah sebelumnya kedua kubu sempat berdamai dalam gencatan senjata selama 2,5 tahun.

Gencatan senjata itu sempat memunculkan harapan akan adanya perjanjian final untuk mengakhiri konflik Turki melawan PKK yang sudah berlangsung selama tiga dekade.

Namun harapan itu sia-sia karena para militan kembali menyerang pasukan keamanan Turki, yang membalas serangan dengan operasi besar-besaran di wilayah tenggara dan markas PKK di Irak utara.

Sementara itu mantan kepala angkatan udara Turki Jenderal Akin Ozturk, 25 dan beberapa petinggi militer lainnya, ditahan akibat dituding ikut merencanakan kudeta pada 15 Juli.

Setelah kudeta berakhir, Presiden Recep Tayyip Erdogan menahan 103 jenderal dan perwira serta memecat hampir 9.000 aparat. Ia mengaku mempertimbangkan menerapkan kembali hukuman mati agar kudeta tidak terulang di masa mendatang.

Erdogan menuduh Fethullah Gulen, ulama ternama asal Turki yang tinggal terasing di Amerika Serikat (AS), sebagai dalang di balik kudeta. Gulen membantahnya, dan balik menuduh Erdogan sengaja membuat kudeta untuk memperkuat posisinya.

Kudeta pada Jumat kemarin berakhir gagal setelah lima jam berlangsung. Kudeta ini menewaskan sekitar 290 orang dan melukai beberapa lainnya.

loading...