HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penerapan Status Darurat Selama 3 Bulan Diumumkan Presiden Turki

5

HARIANACEH.co.id — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan penerapan status darurat selama tiga bulan. Perintah dikeluarkan usai kudeta gagal yang terjadi pekan lalu.

Penerapan status darurat ini ditujukan untuk memburu kelompok yang disebutnya sebagai “teroris” yang telah melakukan kudeta pada 15 Juli lalu.

Sebelumnya Erdogan menuduh pendukung dari ulama Fethullah Gulen, berada di balik kudeta ini. Operasi terhadap pengikut Gulen berujung pada pemecatan sekitar 50 ribu terduga konspirator kudeta.

“Penerapan status darurat dibutuhkan untuk mengeluarkan elemen organisasi teroris, yang terlibat dalam upaya kudeta,” ujar Erdogan di Ankara, seperti dilansir Reuters, Kamis (21/7/2016).

“Meskipun langkah keras dilakukan untuk meningkatkan keamanan, pemerintah berjanji tidak akan melalukan kompromi dalam menegakkan demokrasi,” tuturnya.

Pengumuman ini dilakukan menyusul pertemuan panjang dalam dewan keamanan nasional Turki dan kabinet yang diketuai oleh Erdogan di istana kepresidenan.

Namun status darurat ini memberikan kekuatan ekstra kepada pemerintah untuk melarang kebebasan melakukan aksi. Tetapi status ini tidak akan mengganggu aktivitas komersial ataupun keuangan seperti yang diatur oleh hukum internasional.

Pelajaran dalam demokrasi

Dunia langsung menyuarakan kekhawatiran melihat banyaknya pihak berwenang Turki yang menangkap atau menembaki pasukan, polisi, hakim, guru ataupun pejabat publik usai kudeta militer yang terjadi Jumat 15 Juli lalu.

Erdogan sebelumnya mengecam kritikan atas operasi penyisiran yang dilakukan untuk mencari pelaku kudeta. Dia bahkan mengecam Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault yang menuduhnya menggunakan isu kudeta untuk membungkam lawan politiknya. Erdogan pun meminta Ayrault tidak usah mencampuri urusannya.

“Apa dia punya kewenangan untuk melontarkan pernyataan ini. Dia tidak berhak!,” tegas Erdogan.

“Jika dia ingin belajar mengenai demokrasi, maka Prancis bisa belajar kepada kami,” pungkasnya.

Turki mencabut status darurat terakhirnya 2002 lalu. Saat itu, status darurat diterapkan usai melakukan operasi terhadap militan Kurdi.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat