HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

DPR Sepakati Bentuk Tim Pengawas Vaksin Palsu

11

HARIANACEH.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati membentuk Tim Pengawas Vaksin Palsu. Pembentukan tim itu disepakati dalam rapat paripurna penutupan sidang masa sidang ke V, Kamis (28/7/2016).

Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan, pembentukan tim dilatarbelakangi adanya temuan dari Bareskrim Mabes Polri. Dari pemeriksaan, polisi menyebut 14 rumah sakit terindikasi menggunakan vaksin palsu.

“Kita ingin masalah ini betul betul tidak hanya jadi berita saja, tapi kita selesaikan dengan baik. Golnya agar yang palsu-palsu, vaksin, obat jangan dianggap enteng,” kata pria yang akrab disapa Akom ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut dia, pelaku peredaran vaksin palsu perlu segera ditindak. “Pemerintah harus melakukan langkah-langkah preventif agar kasus ini tidak terulang kembali,” tambah Akom.

Peredaran vaksin palsu, kata dia, merupakan hal yang serius lantaran menyangkut kesehatan penerus bangsa. Selain itu, dia juga mendorong pemerintah mengatur perdagangan vaksin dan obat-obatan pada umumnya.

“DPR juga mengapresiasi langkah pemeritah yang telah memberikan vaksin ulang secara gratis kepada para terduga korban vaksin palsu,” ucap dia.

Akom menyebut tim pengawas dibentuk agar kasus vaksin palsu benar-benar dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya hingga ke akar-akarnya. Anggota tim merupakan gabungan lintas komisi di dewan yang berkaitan dengan kesehatan yaitu Komisi IX dengan Komisi III yang berkaitan dengan bidang hukum.

“Panja dan tim ini akan bertugas dengan sebaik-baiknya sehingga dapat berkontribusi dalam mencegah peredaran obat dan vaksin palsu ke depan,” ujar Akom.

Tim pengawas vaksin palsu berjumlah 25 orang. Mereka adalah:

a. Abidin Fikrim
b. Alex Indra Lukman
c. Imam Santoso
d. Ketut Sustiawan
e. Eddy Kusuma Wijaya
f. Syamsul Bachri
g. Charles J Mesang
h. Dewi Asmara
i. Andi Fauziah Pujwatie Hatta
j. Putih Sari
k. Suir Syam
l. Pius Lustrilanang
m. Dede Yusuf M
n. Verna Gladies Merry Inkriwang
o. Ayub Khan
p. Saleh Partaonan Daulay
q. Hang Ali Saputra Syah Pahan
r. Siti Masrifah
s. Marwan Dasopang
t. Ansory Siregar
u. Adang Sudrajat
v. Irgan Chairul Ahfiz
w. Ermalena
x. Irma Suryani
y. Djoni Rolindrawan

Selain menetapkan tim pengawas vaksin palsu, paripurna mengesahkan pembentukan Tim Pengawas Pembangunan Daerah Perbatasan. Hal itu, Kata Akom, sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo.

“Perbatasan-perbatasan kita ini muka indonesia. Kita harus awasi pembangunan perbatasan-perbatasannya. Dan itu karena kita ingin memastikan bahwa perbatasan itu sebagai mukanya indonesia, harus menjaga nama baik Indonesia,”tambah Akom.

Adapun anggota tim Pengawas Pembangunan Perbatasan, yakni:

a. Yoseph Umarhadi
b. Budi Yuwono
c. Marinus Gea
d. Masinton Pasaribu
e. Arteria Dahlan
f. Agun Gunandjar Sudarsa
g. Agung Widiyantoro
h. Hetifah
i. Adies Kadi
j. Fary Djemy Francis
k. Katherine Anggela Oendoen
l. Luther Kombong
m. Djoko Udjianto
n Darizal Basir
o. Salim Mengga
p. Muhammad Syarifudin
q. Amran
r. Irmawan
s. Arvin Hakim Thoha
t. Hadi Mulyadi
u. Sukamta
f. Amirul Tamim
w. Amdul Halim
x. Syarif Abdullah Alkadrie
y. Arief S Suditomo

Komentar
Sedang Loading...
Memuat