HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Titus Tetap Mengaku tak Bersalah Hingga Dieksekusi

9

HARIANACEH.co.id — Michael Titus Igweh, terpidana mati, dieksekusi di Pos Polisi Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sebelum regu tembak mengakhiri hidupnya, ia mengirim pesan melalui pengacaranya Santi Agustina.

Santi sempat bertemu dengan Titus sebelum dia dieksekusi sekitar pukul 00.45 WIB, Jumat (29/7/2016). Demikian petikan pesan Titus yang diperdengarkan melalui perekam suara santi:

Kepada jaksa, saya sampai kapanpun tidak akan mengaku bersalah. Polisi-polisi yang jahat, bapak menangkap orang yang salah.
Jaksa juga jahat sekali. Kalau ada uang diringankan, kalau tidak ada uang diberatkan.
Saya tidak bersalah di negara ini. Saya tidak pernah melanggar hukum di negara ini. Saya ini jelas-jelas korban politik di negara ini.
(Presiden) Jokowi, terima kasih banyak. Kamu mengeksekusi orang-orang tidak bersalah biar masyarakat menilai kamu tegas.

Di ujung rekaman, suara Titus tidak begitu jelas. Santi pun menyebut Titus hanya ingin pesan ini diketahui publik.

“Ini pesan Titus sebelum meninggal. Ia minta pesannya disampaikan ke masyarakat,” kata Santi.

Diketahui, Kejaksaan Agung akhirnya menjalankan eksekusi kepada empat terpidana mati. Mereka adalah Freddy Budiman (warga negara Indonesia), Michael Titus Igweh (warga Nigeria), Humphrey Ejike (warga Nigeria), dan Seck Osmane (warga Senegal).

“Kenapa empat, kami sudah melakukan kajian yang mendalam. Di antaranya Freddy Budiman merupakan bandar dan Humphrey beserta dua lainnya merupakan pemasok,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rochmad.

Noor menjelaskan, jenazah Freddy Budiman akan dikirim ke Surabaya sedangkan Humphrey Ejike akan dikremasi di Banyumas. Sementara, Michael Titus Igweh dan Seck Osmane akan dipulangkan ke negaranya di Nigeria.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time