HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemberitahuan Haris Soal Freddy Sebelum Eksekusi Mati Dibeberkan Johan

Juru Bicara Presiden Johan Budi. (MI/Panca Syurkani)
76

HARIANACEH.co.id — Juru Bicara Presiden Johan Budi membeberkan proses komunikasi antara dirinya dengan Koordinator KontraS Haris Azhar soal kesaksian Freddy Budiman. Menurut Johan, Haris sempat memberitahunya melalui telepon.

Johan menilai informasi Haris soal upeti ratusan miliar dan keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba sangat menarik. “Waktu dia telepon Senin (25 Juli) itu, saya bilang Anda bisa tidak kasih kronologi untuk bahan saya menyampaikan ke Presiden,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

Menurut Johan, dalam perbincangan melalui telepon itu, Haris menyampaikan tak mempermasalahkan eksekusi mati karena Freddy sudah siap. Namun, Haris ingin informasi yang diberi Freddy ditindaklanjuti.

“Hari Kamis (28 Juli) jam 07.57 malam, saya dapat whatsapp detail. Saya telepon dia (Haris), saya bilang saya belum bisa sampaikan malam ini ke Presiden karena malam itu ke Golkar (menghadiri Rapimnas I Golkar). Emangnya pak lurah, bisa langsung ditelepon,” jelas Johan.

Saat itu, kata Johan, posisinya tak sedang berada di samping Jokowi. Johan akhirnya meminta Haris menyampaikan kepada kerabat lainnya di lingkungan Istana. Johan menganggap Haris mengenal banyak orang di Istana.

“Saya sampaikan itu. Kemudian eksekusi dilakukan. Sudah itu saja. Setelah Jumat ramai kan. Presiden sudah mendegar itu,” ucap mantan Jubir KPK ini.

Johan menyatakan, Haris beralasan lupa sehingga baru menyampaikan kejadian 2014 beberapa tahun setelahnya.

Sebelumnya, Haris menyebut Freddy memberi upeti Rp450 miliar kepada oknum anggota BNN. Upeti juga diberikan kepada oknum polisi Rp90 miliar.

Tak hanya itu, berdasarkan cerita Haris, Freddy pernah membawa barang haram itu dengan mobil fasilitas TNI berbintang dua. Jenderal itu bahkan duduk di sampingnya saat menyetir dari Medan sampai Jakarta.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat