HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bukti Bahwa Apple Benar Adalah Kena Retasnya NSA

4

HARIANACEH.co.id – Belum lama ini, data milik NSA (National Security Agency) AS telah bocor. Sebagian pengacara privasi melihat hal ini sebagai bukti bahwa keputusan Apple untuk melawan FBI beberapa bulan lalu adalah keputusan yang tepat.

“Badan pemerintah yang seharusnya dapat menjaga rahasia, bahkan tidak dapat menjaga rahasia mereka secara efektif,” kata Senior Staff Attorey di Electronic Frontier Foundation, Nate Cardozo pada Business Insider.

Di bulan Februari lalu, seorang hakim memerintah Apple untuk membuka kunci iPhone yang digunakan oleh Syed Rizwan Farook, salah satu dari dua penyerang yang membunuh 14 orang dalam penembakan di San Bernardino, California.

Hal ini mendorong munculnya debat antara pihak berwajib yang mencari bukti dan pelaku teknologi yang khawatir hal ini justru akan membahayakan keamanan privasi konsumen.

Saat Apple bertarung dengan FBI di pengadilan, CEO Apple Tim Cook lalu membuat sebuah surat yang menyebutkan bahwa jika Apple dipaksa untuk membuat “backdoor” maka hal ini akan membahayakan keamanan dari jutaan pengguna iPhone.

Ketika itu, kebanyakan perusahaan teknologi mendukung Apple, menyebutkan bahwa enkripsi yang diperlemah memang dapat membantu pihak berwajib untuk mencari bukti dari sebuah kasus, tapi itu juga akan membuat para perangkat konsumen lebih rentan untuk diretas.

Sekarang NSA sendiri telah berhasil diretas, tampaknya ketakutan pelau teknologi telah menjadi nyata.

“Argumen NSA didasarkan pada pemikiran bahwa rahasia mereka tidak akan bisa dicuri, bahwa tidak ada seorang pun yang akan menemukan sebuah bug yang sama, bahwa tidak ada seorang pun yang akan menggunakan bug yang sama dan bahwa tidak pernah akan ada informasi yang bocor keluar,” kata Cardozo.

“Kita tahu bahwa hal ini tidak benar, setidaknya dalam kasus ini.”

Di bulan Maret, pemerintah akhirnya memutuskan untuk berhenti memaksa Apple, setelah pihak berwajib menyebutkan bahwa mereka berhasil meretas iPhone sang penembak “berkat bantuan pihak ketiga”. Namun, mereka tidak pernah menyebutkan siapa pihak ketiga itu.

Cara yang FBI gunakan untuk meretas sistem iPhone merupakan masalah lain yang ada. Biasanya, saat sebuah bug dalam sistem ditemukan, sang penemu bisa memberitahukan vendor agar bug itu bisa diatasi, jika penemu seorang hacker, dia dapat menggunakan bug itu untuk masuk ke dalam sistem. Opsi lainnya adalah menjualnya ke pasar gelap.

Cardozo percaya, fakta bahwa rahasia NSA berhasil dibocorkan ke masyarakat memunculkan sebuah perdebatan baru yaitu apakah pemerintah memang pantas untuk meretas sebuah sistem.

“Ketika pemerintah menemukan atau membuat sebuah kelemahan pada sebuah sisten, pada dasarnya, ada dua hal yang bisa mereka lakukan: mereka bisa melaporkan hal itu atau mereka bisa menggunakannya,” katanya.

Ada peraturan tentang bagaimana pemerintah mengatasi kelemahan yang mereka temukan yang disebut Vulnerabilities Equities Process, sebuah kerangka kerja yang menjelaskan tentang bagaimana dan kapan pemerintah harus memberitahukan kelemahan yang mereka temukan pada sang vendor, yaitu saat potensi kerugian yang terjadi lebih besar dari keuntungan yang bisa didapatkan.

Sayangnya, VEP merupakan peraturan yang tidak mengikat.

“Kita perlu peraturan dan saat ini, tidak ada peraturan terkait hal ini,” kata Cardozo. “Hanya ada peraturan yang tidak bekerja.”

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time