HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

IHSG Bertahan Diposisi 0,42% Setelah Digempur Isu Eksternal

2

HARIANACEH.co.id – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini terpantau menguat kendati digempur banyak sentimen seperti The Fed, pelemahan Wall Street, hingga penurunan harga minyak.

Namun demikian, performa IHSG pada sepekan terakhir berhasil mengalami penguatan 0,42 persen atau 22,796 poin ke posisi 5.438,83 poin dibandingkan penutupan di akhir pekan lalu yang berada pada level 5.416,04 poin.

“Seiring dengan laju penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia juga mengalami penguatan 0,45 persen ke posisi Rp5.858,82 triliun dibandingkan Rp5,832,30 triliun sepekan sebelumnya,” tutur Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Dwi Shara Soekarno, dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (28/8/2016).

Sementara itu, investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp39,76 miliar di sepanjang pekan ini. Rata-rata volume transaksi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 22 hingga 26 Agustus 2016 juga terpantau menguat 17,98 persen ke posisi 8,45 miliar unit saham dari sebelumnya 7,16 miliar unit saham.

Dia mengungkapkan, rata-rata nilai transaksi perdagangan harian berubah 16,02 persen ke posisi Rp7,15 triliun dari Rp8,51 triliun di akhir pekan lalu. Rata-rata frekuensi perdagangan harian saham juga mengalami perubahan 5,21 persen ke posisi 280,59 ribu kali transaksi dari 296 ribu kali transaksi.

Sekadar informasi, pada Jumat, 26 Agustus, Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi SMF-BMRI 01 Kelas A yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mulai dicatatkan di BEI.

Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi SMF-BMRI 01 Kelas A dicatatkan dengan nilai total nominal sebesar Rp456.50 miliar. Lalu pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank III Tahap II Tahun 2016 yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia mulai dicatatkan di BEI.  Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank III Tahap II Tahun 2016 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp4,33 triliun.

loading...