HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jika Jadi Presiden, Trump Berjanji Langsung Deportasi Imigran

6

HARIANACEH.co.id – Donald Trump berjanji langsung mendeportasi para imigran gelap di Amerika Serikat setelah dirinya usai dilantik jika memenangkan pemilihan umum presiden pada November mendatang.

Pemenang pilpres mendatang, Trump dari Partai Republik atau Hillary Clinton dari Partai Demokrat, akan dilantik menjadi presiden pada 20 Januari 2017.

“Di hari pertama, saya akan langsung menyingkirkan para imigran kriminal dari negara ini – termasuk ratusan ribu imigran yang bebas masuk ke masyarakat AS di bawah kepemimpinan Obama-Clinton,” ujar Trump dalam kampanyenya di Des Moines, merujuk pada Presiden Barack Obama dan Clinton yang menjadi Menteri Luar Negeri di periode pertama.

Seperti dikutip AFP, Sabtu (27/8/2016), Trump juga kembali menegaskan tekadnya membangun tembok besar di perbatasan AS-Meksiko.

Dalam beberapa kampanyenya, Trump mengklaim mampu membuat pemerintah Meksiko membayar semua biaya pembangunan tembok tersebut.

“Saya akan membangun tembok besar, membuat verifikasi elektronik nasional, mencegah imigran gelap mendapatkan tunjungan pemerintah dan membangun sistem yang dapat mendeteksi mereka yang visanya sudah habis,” tegas dia.

Detail rencana kontroversial Trump ini belum banyak diketahui. Sejumlah penasihatnya dilaporkan tengah mendesak sang capres untuk segera meredam atau memperhalus kata-kata terkait imigran gelap.

Merespons para pendukungnya yang terus berteriak “Bangun Tembok” dalam kampanye di Ohio, Trump memastikan perbatasan selatan AS akan ditutup rapat. Wacana ini populer di kalangan pekerja kulit putih, namun menyinggung etnis Latin dan Asia di AS. Padahal, Trump membutuhkan suara dari Latin dan Asia yang banyak tinggal di negara bagian Colorado, Nevada dan Florida.

“Jangan khawatir. Kita akan membangun tembok itu,” ujar Trump. “Tembok itu akan dibangun sangat cepat, Anda semua akan terkejut. Dan satu lagi, Meksiko yang akan membayar biaya pembangunannya,” sambung dia.

Sebelumnya, manajer baru tim kampanye Trump, Kellyanne Conway, mengindikasikan adanya perubahan sikap terkait rencana deportasi sebelas juta imigran. “(Rencana) itu akan ditentukan lebih lanjut,” ucap Conway.

loading...