HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Turki Diminta AS Berhenti Serang Pasukan Kurdi

Pasukan SDF di Suriah. (AFP)
12

HARIANACEH.co.id — Amerika Serikat (AS) mengatakan pertempuran antara Turki melawan pasukan Kurdi di Suriah bagian utara “tidak dapat diterima” dan harus segera dihentikan.

Seperti dilansir AFP, Senin (29/8/2016), AS menyebut baku tembak di area yang tidak dikuasai kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah telah menjadi “sumber kekhawatiran mendalam” bagi pemerintahan Presiden Barack Obama.

Sejak sepekan lalu, militer Turki menyeberangi perbatasan Suriah dan menyerang pasukan Kurdi yang mereka sebut sebagai “teroris.” Namun pasukan Kurdi YPG menyebut Turki hanya berniat menguasai sebagian wilayah di Suriah.

Ankara menegaskan pemerintahannya ingin mengusir ISIS dan juga pasukan Kurdi dari wilayah perbatasan.

Pasukan Turki dan faksi sekutu Free Syrian Army (FSA) mengusir ISIS dari kota perbatasan Jarablus di Suriah pada Selasa lalu. Sejak saat itu, mereka menggempur beberapa desa yang dikuasai pasukan SDF. SDF adalah pasukan yang dipimpin Kurdi dan didukung AS.

Tank militer Turki
Tank militer Turki, (AFP/BULENT KILIC)

Kurdi YPG mengatakan serangan Turki terhadap mereka hanyalah “dalih” dari strategi menguasai sebagian wilayah di Suriah.

Turki telah memerangi pemberontakan Kurdi di wilayah tenggara negara selama berdekade-dekade. Turki khawatir semakin kuatnya pasukan Kurdi di Suriah dapat meningkatkan ketegangan separatisme di dalam negeri.

Minggu 28 Agustus, puluhan orang tewas dalam serangan udara Turki di dekat Jarablus. Grup pengawas menyebut sedikitnya 35 warga sipil dan empat militan tewas dalam serangan tersebut. Sementara Turki menyebut korban jiwanya berjumlah 25 orang, dan semuanya adalah militan Kurdi.

Serangan udara Turki di dekat Jarablus, Suriah. (AFP)
Serangan udara Turki di dekat Jarablus, Suriah. (AFP)
Komentar
Sedang Loading...
Memuat