HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pelaku Human Trafficking Muslim Rohingya Divonis 35 Tahun Kurungan

Ilustrasi, (MTVN)
13

HARIANACEH.co.id — Sunand, divonis 35 tahun penjara oleh Pengadilan Thailand. Dia merupakan pelaku perdagangan manusia dengan korban kelompok Muslim Rohingya Myanmar.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/9/2016), kasus tersebut terungkap pada 11 Januari 2015. Saat itu, polisi mencegat lima kendaraan di pos pemeriksaan distrik Hua Sai, provinsi Nakhon Si Thammarat. Hasilnya, polisi Thailand mendapati 98 orang yang terdiri dari pria, perempuan dan anak-anak. Mereka nampak sangat kurus dan kelelahan.

Sebanyak 43 diantaranya merupakan anak-anak yang masih berusia 14 tahun ke bawah. Satu orang diantaranya dinyatakan telah tewas.

Sejumlah barang bukti yang didapat kepolisian, seperti data dari telepon genggam sopir kendaraan dan sejumlah transaksi bank, membawa polisi pada satu nama yang diduga kuat sebagai pelaku. Dia adalah Sunand atau juga dikenal dengan nama Ko Mit Saengthong.

Bukti-bukti itu menghubungkan Sunand dengan sindikat perdagangan manusia. Polisi pun menangkap Sunand.

Pengadilan di provinsi Nakhon Si Thammarat memutuskan Sunand bersalah, pada Rabu 31 Agustus. Keterangan dari Pengacara HAM setempat, Janjira Janpaew yang memantau kasus itu menyebutkan, kalau Sunand terbukti bersalah melakukan tindak perdagangan manusia, perbudakan, dan menyelundupkan warga asing.

Selain hukuman 35 tahun penjara, Sunand juga didenda sebesar 660.000 baht (atau sekitar Rp250 juta). Perkara di pengadilan itu juga membantu penemuan sejumlah kampung rahasia di tengah hutan. Di kampung rahasia itu terdapat sejumlah kuburan massal dan lingkaran perdagangan manusia internasional.

“Kami tidak menduga pihak pengadilan akan menjatuhkan hukuman sekeras ini, dengan 35 tahun penjara. Hukuman ini lebih dari yang kami harapkan,” kata Janjira saat dihubungi Thomson Reuters Foundation.

Selain Sunand, Pengadilan Thailand juga memvonis dua tersangka lainnya, yakni Suriya Yodrak dan Warachai Chadathong. Mereka diputuskan bersalah karena dianggap telah menyelundupkan secara ilegal warga asing ke wilayah Thailand. Mereka sama-sama dihukum satu tahun. Tapi, Pengadilan kemudian mengurangi hukuman untuk Suriya menjadi enam bulan.

Muslim Rohingya adalah kelompok miskin terpinggirkan di Myanmar. Puluhan ribu Muslim Rohingya melarikan diri semenjak kerusuhan mematikan pada 2012.

Bermodalkan perahu, mayoritas dari mereka lari ke Malaysia. Pelaku perdagangan manusia coba mengambil keuntungan dari keadaan tersebut.

Mereka mulai memeras Rohingya dengan menempatkan mereka pada kamp tersembunyi di hutan perbatasan Thailand dan Malaysia. Penemuan kuburan massal menjadi pemicu otoritas setempat memburu para pelaku dan menghentikan penyelundupan manusia melalui perahu.

Organisasi Migrant Working Group mengatakan, setidaknya ada delapan perkara lain yang masih menjalani proses di pengadilan terkait perdagangan manusia dengan korban Muslim Rohingya. Salah satu kasus yang tengah diproses oleh peradilan Thailand melibatkan setidaknya 88 tersangka dan 500 saksi.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat