HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kampus Diminta Aktif Pantau Kehadiran Mahasiswa

9

HARIANACEH.co.id — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Suhardi Alius meminta perguruan tinggi atau kampus aktif membentengi bangsa dari ancaman ISIS. Pasalnya, pola perekrutan ISIS semakin canggih.

“Radikalisme variabelnya bukan lagi hanya kemiskinan, kebodohan, kekecewaan, ketidakadilan, tapi sudah masuk ke ruang-ruang intelektualitas,” kata Suhardi di sela-sela kuliah umum di Auditorium Pascasarjana Universitas Pancasila, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2016).

Kuliah umum ini juga dihadiri sejumlah petinggi Universitas Pancasila, Ketua Pengurus Yayasan Edie Toet Hendratno dan Direktur Pascasarjana Sutjipto. Selain itu sebanyak 274 mahasiswa baru pascasarjana juga ada di lokasi.

Suhardi mendesak kampus turut serta berperan aktif dengan mulai memperhatikan tindak-tanduk mahasiswa atau civitas akademika yang di luar kelaziman. Seperti halnya, kata dia, tingkat kehadiran mahasiswa yang tiba-tiba rendah.

“Kalau ada anak murid yang jarang masuk, jangan didiamkan saja pak. Itu yang di UNAIR seperti itu. Ini bagaimana tanggung jawab universitas?” ucap Suhardi.

Kesendirian menjadi faktor mudahnya seseorang termakan bujuk rayu ISIS atau terdoktrinasi. Tak ada jalan lain, selain mewaspadai itu sejak dini.

“Jangan sampai nanti sudah radikal, sulit akan mengembalikan seperti semula. Sudah banyak kejadian seperti itu,” ucap dia.

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. (MTVN/M. Rodhi Aulia)

Suhardi juga meminta kampus mengawasi kelompok diskusi mahasiswa. Terlebih yang sifatnya eksklusif. Suhardi mengaku khawatir ajang diskusi itu dijadikan proses indoktrinasi ISIS atau paham sesat lainnya.

“Sekarang kumpul di Universitas Pancasila, contohnya. Yang masuk kan belum tentu mahasiswa. Mantan mahasiswa juga bisa masuk menginfiltrasi. Ruang-ruang itu harus diawasi dosen, rektor, wakil rektor, dekan, termasuk juga di sekolah, kepala sekolah, guru-guru,” ucap dia.

Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono mengaku siap membentengi kampusnya dari ancaman ISIS. Pasalnya, kampus memang mempunyai tanggung jawab moral untuk itu.

“Makanya pada saat acara penerimaan mahasiswa baru ini, kita isi mereka, ‘ini lo’. Universitas Pancasila juga mengambil tanggung jawab untuk menyadarkan kita semua bahwa bangsa ini dalam ancaman besar selain narkotika dan korupsi,” kata Wahono.

Wahono menambahkan, mahasiswa patut diberi penyadaran dari awal mengingat mereka adalah intelektual yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Dia tidak ingin kecolongan.

“Kita berharap Universitas Pancasila ini, ya paling tidak menjadi salah satu komponen bangsa yang bisa menata (mencegah) radikalisme, mengurangi upaya narkoba dengan berbagai cara sebagai institusi pendidikan tinggi,” pungkas dia.

loading...