HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Balik Foto Keakraban Perwira Polisi Dan Pembesar Sawit

15

HARIANACEH.co.id — Jagat media sosial riuh dengan beredarnya foto keakraban sejumlah perwira polisi Kepolisian Daerah Riau bersama pembesar perusahaan sawit.

Sebagian netizen menuding keakraban itu sebagai bentuk keberpihakan kepolisian terhadap perusahaan sawit, dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Lebih-lebih, Juli silam, Polda Riau menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan dalam kasus karhutla tahun 2015.

Belakangan, Polda Riau menyampaikan klarifikasi atas foto nan viral itu. Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP, Guntur Aryo Tejo mengakui bahwa sosok-sosok pada foto itu adalah para perwira di lingkungan kepolisian Riau. Namun, Guntur membantah bila foto itu disebut berkaitan dengan penerbitan SP3 karhutla 2015.

Guntur menjelaskan bahwa foto itu diambil sekitar sepekan silam. Konon, saat itu sejumlah perwira kepolisian Riau sedang makan malam bersama di Hotel Grand Central, Pekanbaru.

“Rekan kami dari Mabes Polri datang untuk penyelidikan kasus kerusuhan di Polres Meranti. Orang-orang lain di foto itu dari rombongan di meja sebelah, lagi duduk-duduk,” ujar Guntur, seperti dikutip Kompas.com (2/9).

Persis di samping meja para perwira itu, duduk pula rombongan kecil pengusaha. Salah seorang dalam rombongan pengusaha itu adalah bos pemilik hotel tersebut, yang sudah dikenal beberapa perwira polisi. Mereka pun saling menyapa. Kedua rombongan akhirnya berfoto bersama.

Masalahnya, di antara rombongan itu memang ada seorang pembesar sawit yakni Anton Yan, dari PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL). Meski begitu, PT APSL memang tak masuk dalam daftar 15 perusahaan yang telah diterbitkan SP3-nya oleh Polda Riau.

“Perusahaan itu (PT APSL) tidak ada masuk dalam daftar perusahaan yang di SP3. Jadi foto itu, tidak ada hubungannya dengan penanganan kasus, hanya kebetulan saja berada di lokasi yang sama namun beda meja,” ujar Guntur, dikutip Merdeka.com.

Riuh di media sosial, dipicu oleh diunggahnya foto itu oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Toni Hermawan (via Path) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Perwira yang juga hadir dalam pertemuan itu adalah Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Riau Kombes Rivai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Riau Kombes Surawan, dan perwira Paminal (Pengamanan Internal) Mabes Polri Kombes Hendra.

Adapun Mabes Polri sudah mengirim tim Propam (Profesi dan Pengamanan) guna melakukan penyelidikan seputar foto yang jadi sorotan publik itu.

petinggi Polda Riau kongkow bersama bos PT pembakar lahan. Foto by akun twitter ‏@gintingski

PT APSL punya kasus

Meski tak masuk dalam SP3 yang memuat 15 perusahaan (kasus 2015), bukan berarti PT APSL tak punya masalah hukum.

Mundur ke tahun 2014, PT APSL pernah terbelit kasus penyerobotan lahan warga di kabupaten Rokan Hulu. Dalam kasus ini, Direktur PT APSL, Arya sudah divonis enam bulan penjara. Namun proses kasasi masih berjalan di Mahkamah Agung (MA).

Kasus teranyar terjadi pada awal 2016, saat kebakaran menyala di area konsesi PT APSL, Rokan Hulu. Luas kebakaran lahan itu diperkirakan mencapai 800 hektar.

Seperti dilansir Liputan6.com, hingga saat ini, polisi masih mendalami soal kemungkinan unsur kesengajaan dalam peristiwa itu. Menurut polisi, penyelidikan awal menunjukkan api berasal dari lahan milik masyarakat dan menyebar ke lahan PT APSL.

Dalam kasus teranyar ini Direktorat Reskrimsus Polda Riau, sudah mengirimkan penyidik untuk memperkuat upaya penemuan bukti.

“Jika penyelidikan mereka mencapai hasil yang maksimal, Polda Riau akan mengambil alih kasus ini,” kata Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Rivai Sinambela, seperti dikutip Jakarta Post (26 Agustus 2016).

“Kami menduga lahan yang terbakar masuk wilayah konsesi perusahaan, bagaimanapun, penyidik kami tak langsung menyimpulkan bahwa daerah itu milik perusahaan,” kata Rivai. Ia beralasan tak ingin mengulangi kasus tahun 2015 yang berujung pada SP3.

Sekadar catatan, Rivai juga termasuk dalam jajaran perwira yang berpose bareng pembesar PT APSL dalam foto yang viral di media sosial.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time