HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Guna mendukung ekspor beras organik, Mendag menerbitkan Permedag ekspor beras khusus.

Beras Bulog (VIVAnews/Tri Saputro)
22

HARIANACEH.co.id, Jakarta — Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, Indonesia baru saja mengekspor beras organik sebanyak 40 ton ke Belgia, dengan per kilo gram sekitar Rp60-70 ribu. Sementara target ekspor beras organik hingga akhir tahun dipatok 100 ribu ton.

“Kita ekspor beras organik ke Belgia, mulai tahun ini, harganya Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kg. Ini bisa menguntungkan bagi petani, ini bisa mengangkat kesejahteraan petani,” kata Amran di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (2/9).

Menurut Amran, beras organik yang diekspor ini berasal dari sejumlah sentra produksi beras yang sudah tersertifikasi, seperti Tasikmalaya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ia menekankan bahwa pemerintah telah memasang target ekspor beras organik mencapai 100 ribu ton hingga akhir tahun ini. Untuk mendukung program ekspor beras organik, pemerintah akan mengembangkan beberapa lahan pertanian.

“Kita berencana mengembangkan 100 ribu hektare (ha). Nanti lima tahun ke depan, kita targetkan 500 ribu ha. Ini merupakan potensi yang belum digarap pemerintah,” ungkapnya.

Amran menuturkan, pemerintah juga akan mengembangkan sentra produksi beras di luar Pulau Jawa demi mengejar target swasembada beras yang diamanatkan Presiden Joko Widodo.

“Dari Tasikmalaya, nanti fokus ke Kalimantan. Program ke depannya, Kalimantan bisa swasembada. Jangan ambil dari daerah lain karena biaya angkutnya ditanggung rakyat, nanti bikin inflasi,” jelasnya.

Mantan pengusaha itu mengatakan, khusus program swasembada beras di Kalimantan baru akan dikejar pada tahun depan, usai menuntaskan target ekspor beras sebanyak 100 ribu ton tahun ini.

Sementara untuk pemenuhan pasokan beras di dalam negeri, Amran menjamin ketersediaannya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Menurutnya, saat ini, cadangan beras di gudang Perum Bulog sebanyak 2,1 juta ton.

Pasalnya, lanjut dia, cuaca yang mendukung membuat hasil panen melimpah. “Kami baru tiba dari Tasikmalaya, ternyata produksi membaik jadi harga turun dan ini harus kita jaga,” katanya.

Saat ini, tambah Mentan, harga jual beras di tingkat pedagang grosir relatif turun. Contohnya di Pasar Cipinang, Jakarta, harga beras saat ini berkisar Rp7.000 sampai Rp7.500 per kg, turun dibandingkan dengan beberapa waktu lalu yang berkisar Rp8.500 sampai Rp8.700 per kg.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat