HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejak Protes Demokrasi 2014, Akhirnya Hong Kong Gelar Pileg Pertama

3

HARIANACEH.co.id – Hong Kong menggelar pemilihan umum legislatif pertama sejak gelombang unjuk rasa pro demokrasi terjadi pada 2014.

Sejumlah partai utama yang ikut dalam pileg terbagi-bagi berdasarkan posisi mereka terhadap hubungan Hong Kong dengan Tiongkok saat ini.

Para pemilih terdaftar akan memilih 35 anggota dewan berdasarkan konstituen geografis dan 35 lainnya akan dipilih untuk merepresentasikan bidang tertentu.

Demokrasi di Hong Kong tidak diadopsi merata, sehingga tidak semua warga dapat memilih semua kursi dewan. Sebanyak 30 kursi dewan dapat ditentukan hanya lewat enam persen suara dari total populasi Hong Kong atau 239.724 orang.

Tempat pemungutan suara dibuka sejak 07.30 pagi waktu Hong Kong dan ditutup 15 jam ke depan.

Pileg Hong Kong tidak akan memilih Pimpinan Eksekutif atau kepala pemerintahan. Namun sejumlah analis meyakini hasil pileg ini dapat berimbas pada pilihan Tiongkok untuk meneruskan atau tidak meneruskan CY Leung sebagai pemimpin Hong Kong.

Pada 2014, pengunjuk rasa pro demokrasi selama dua bulan mendesak mundur Leung yang dinilai terlalu dekat dengan Beijing dan tidak mendengarkan aspirasi warga Hong Kong.

Tiga grup utama yang bersaing dalam pileg kali ini adalah:

  1. Partai-partai pro Beijing, termasuk yang juga pro pebisnis
  2. Partai pro demokrasi tradisional atau juga dikenal dengan pan-democrats.
  3. Kubu lokal yang menginginkan demokrasi, namun juga berpendapat perlu lebih berinteraksi dengan Tiongkok.

Ada yang beranggapan Hong Kong perlu mendapat lebih banyak kekuasaan otonomi, ada pula yang ingin merdeka sepenuhnya dari Tiongkok.

Kursi-kursi yang diperebutkan adalah kursi Dewan Legislatif, yang mengatur undang-undang dan anggaran belanja Hong Kong.

loading...