HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Calon Haji Atmaji bin Sulaiman Diperlakukan Layaknya Penjahat

6

HARIANACEH.co.id – Para korban agen perjalanan haji lantaran paspor palsu telah kembali ke Indonesia, kemarin. Meski sembilan orang masih diperiksa otoritas Filipina, 168 sudah kembali ke daerah masing-masing.

Kedatangan mereka disambut tangis keluarga. Antara malu, haru, dan geram bercampur jadi satu. Mereka jengkel karena terkena tipu dan mendapat perlakuan tak semestinya.

Seperti pengalaman Atmaji bin Sulaiman, 66, dan Sukamti bin Supardi, 62. Pasangan calon haji asal Desa Magersari, Kecamatan Kota Sidoarjo, Jawa Timur ini mengaku diperlakukan layaknya penjahat. Dia sempat di sel selama delapan hari.

“Niatnya, saya mau haji, kok, malah dimasukkan ke penjara seperti penjahat,” ujar Atmaji ketika tiba di rumahnya, Minggu (4/9/2016) malam.

Di dalam sel, kata Atmaji, jemaah calon haji tidur tanpa alas, layaknya pelaku kriminal lainnya. Bahkan, hingga saat ini, identitas dan surat-surat penting miliknya juga disita otoritas Filipina.

“Tahun depan saya ingin sekali berangkat haji, tapi dengan cara yang benar. Saya berharap pemerintah bisa membantu,” harapnya.

Kepala Kementerian Agama Kantor Wilayah Sidoarjo, Achmad Rofii mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkab untuk keperluan dokumen Atmaji dan Sukamti yang disita otoritas Filipina. Pihaknya mengupayakan agar Atmaji dan istrinya bisa mendapatkan kemudahan untuk masuk daftar jemaah calon haji tahun depan.

“Biarkan dia istirahat dulu. Saya kasih waktu dua hari ke depan agar dia mau mengurusnya kembali, agar bisa terdaftar untuk calhaj tahun depan. Kami akan bantu memfasilitasinya,” ungkap Rofii.

Pihaknya berharap agar ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat yang hendak bepergian ke tanah suci agar memilih KBIH yang resmi atau legal. Sehingga kejadian seperti ini tak terulang lagi.

Atmaji merupakan salah satu calhaj yang mendaftar melalui KBIH Arafah di Pandaan, Sidoarjo. KBIH itu memberangkatkan calhaj Tanah Suci dengan memanfaatkan kuota haji dari Filipina.

Calhaj dari Sidoarjo bergabung dengan daerah-daerah lainnya. Seperti Jawa Tengah, Makassar, Jawa Barat dan daerah lain. Mereka masuk Filipina dan menggunakan paspor serta visa palsu.

Praktik itu terkuak setelah petugas bandara curiga lantaran para calhaj tak menguasai bahasa Tagalog, setempat. Hasilnya, 177 calhaj ditahan imigrasi Filipina.

Kemarin, 168 telah dipulangkan ke Tanah Air. Sementara sembilan orang lainnya masih dimintai keterangan oleh pemerintah Filipina.

loading...