HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Potensi Teknologi di Afrika Dilirik Mark Zuckerberg

4

HARIANACEH.co.id – Setelah kunjungan mendadak ke Nigeria, tur Afrika CEO Facebook Mark Zuckerberg membawanya ke Kenya.

Di Kenya, Zuckerberg mengunjungi iHub, ruang kerja terbuka untuk para antusias teknologi, meninjau perangkat mobile Wi-Fi BRCK dan makan siang bersama Sekretaris Kabinet TIK Kenya Joseph Mucheru.

“Sejak awal, kami tahu bahwa Ime Archibong dari Facebook akan datang,” kata Hersman, Co-Founder iHub, “Tapi kami tidak tahu tentang kunjungan Mark sampai menit-menit terakhir.” Archibong adalah Strategic Partnership Director Facebook.

Meskipun saat ini belum ada kontrak bisnis yang dibuat, Hersman percaya kedatangan pertama Zuckerberg ke Kenya akan menjadi awal terjadinya berbagai kontrak bisnis, seperti yang dilaporkan TechCrunch.

Jika dibandingkan dengan kunjungannya ke Nigeria, kunjungan Zuckerberg ke Kenya tidak terlalu mengejutkan, karena Kenya dianggap sebagai pusat teknologi di benua Afrika. Ia bahkan berhasil mendapatkan julukan “Silicon Savannah” karena kemajuannya di bidang finansial digital, inkubator teknologi dan inovasi teknologi lokal.

Tidak hanya itu, pemerintah Kenya juga dianggap sebagai pemerintah yang paling aktif untuk mendukung ekosistem IT di Afrika.

Kunjungan Zuckerberg ke Nigeria dan Kenya bertepatan dengan meningkatnya popularitas Facebook di Afrika dan juga semakin berkembangnya perdangan digital di benua tersebut. Facebook kini memiliki 84 juta pengguna di negara-negara Sub-Sahara Afrika, 17 juta di Nigeria, 14 juta di Afrika Selatan dan 5,7 juta di Kenya, menurut juru bicara Sally Aldous.

Facebook akan berusaha masuk ke dalam pasar iklan di Afrika, yang diperkirakan mencapai USD75 miliar (Rp989 triliun) di tahun 2025. Facebook pertama kali membuka kantor di Afrika di Afrika Selatan tahun lalu. Kenya juga merupakan salah satu negara yang mendapatkan akses ke internet.org. Facebook juga meluncurkan Internet.org di Indonesia tahun lalu.

loading...