HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Remaja Asal Lhokseumawe Juara Lomba Pidato di Yogya

8

HARIANACEH.co.id, Lhokseumawe — Nauval Gusti (17), remaja asal Desa Hagu, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe meraih juara pertama Lomba Pidato Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta. Lomba itu merupakan salah satu cabang yang diperlombakan pada even Apresiasi Kompetensi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di universitas tersebut pada 1-4 September 2016.

Nauval yang kini tercatat sebagai siswa SMA Negeri 1 Lhokseumawe itu mengikuti lomba tersebut mewakili Arizona Institute Lhokseumawe. “Nauval berhak mewakili Aceh ke acara itu setelah pada lomba yang sama tingkat provinsi di Banda Aceh, Juli 2016 tampil sebagai juara pertama,” ujar Pimpinan Arizona Institute Lhokseumawe, Drs Syafruddin kepada Serambi, kemarin.

Menurutnya, saat lomba di tingkat Provinsi Aceh, isi pidato Nauval tentang bully di sekolah. Sedangkan saat tampil di Yogya, Nauval memaparkan tentang aborsi. “Hadiah untuk Nauval danjuara cabang lain berupa uang pembinaan dan piagam akan diserahkan oleh panitia di Solo pada tanggal 15 September mendatang,” ujarnya.

Ditambahkan, sejak Arizona Institute Lhoskeumawe berdiri 22 tahun lalu, baru kali ini ada peserta didik yang bisa meraih juarasatu tingkat nasional. “Jadi, ini merupakan kebanggaan bagi kami,” ungkap Syafruddin.

Sementara itu, Ninda Azharina, siswi kelas XII SMAN Modal Bangsa (Mosa) meraih juara 3 bidang seni kriya pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Manado, Sulawesi Utara, 28 Agustus-3 September 2016. Ninda meraih prestasi itu melalui karyanya membuat replika burung merak berbahan tempurung.

“Saya bersyukur dan gembira bisa juara tiga setelah bersaing dari 33 peserta lain dari seluruh Indonesia,” ujar Ninda kepada kepada Serambi, Rabu (7/9). Menurutnya, hasil lomba itu diumumkan di Hotel Sutan Raja, Kalawat, Minahasa Utara, Jumat (2/9) malam. “Selain mendapat penghargaan, saya juga diberikan uang simpanan pelajar 5 juta rupiah. Sementara dari Pemerintah Aceh akan diberikan beasiswa,” jelasnya.

Dikatakan, dirinya diberi waktu tujuh jam untuk membuat kriya merak tersebut. “Saya buat replika merak berbahan tempurung, kelapa, dan beberapa bahan lain. Alat yang saya gunakan gerenda dan mesin bor,” ujar Ninda.

Kepala SMAN Mosa, Dr Anwar Amin mengatakan, dirinya bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Ninda. “Walau fokus dengan pelajaran IPA, tapi siswa kami juga bisa berprestasi dalam bidang seni,” ujar Anwar seraya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Aceh yang selama ini sudah membimbing siswanya.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time