HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bainprom Aceh Siap Fasilitasi Hambatan Investasi

ilustrasi
22
HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Provinsi Aceh menyatakan siap untuk memfasilitasi hambatan investasi yang dihadapi oleh para investor yang menanamkan sahamnnya di provinsi tersebut.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan penanam modal yang dialami para investor yang menanamkan sahamnya di provinsi ini,” kata Kepala Bainprom Aceh Iskandar Zulkarnaen di Banda Aceh, Sabtu.
Komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut, kata Iskandar Zulkarnaen, juga ditandai dengan rapat fasilitasi “task force” permasalahan penanaman modal yang telah berlangsung di Bainprom Aceh.
Pada rapat tersebut, membahas pula kendala dalam pelaksanaan realisasi investasi perusahaan PT Aceh Lampulo Jaya Bahari (ALJB) lokasi di Kota Banda Aceh dengan bidang usaha industri pengolahan dan pengawetan ikan dan produk ikan dan perusahaan PT Delima Makmur lokasinya berada di Kabupaten Aceh Singkil dengan bidang usaha perkebunan kelapa sawit terpadu dengan pengolahannya.
Hadir dalam rapat tersebut Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang terkait dengan kegiatan penanaman modal di dua lokasi tersebut, yaitu Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda), dan Dinas Perkebunan Aceh.
Selain itu, juga dihadiri Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi, dan BPN kabupaten Aceh Singkil, serta Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) Banda Aceh yaitu Kantor Lingkungan Hidup, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Bagian Ekonomi Setdako, dan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh.
Dari pihak perusahaan, diwakili Johanes, General Manajer PT Aceh Lampulo Jaya Bahari dan Usman Sapta selaku legal PT Delima Makmur dan tim.
Adapun beberapa permasalahan yang dihadapi oleh PT Aceh Lampulo Jaya Bahari di antaranya Sertifikat hak pengelolaan belum terbit, air PDAM belum tersedia di lokasi proyek, dan izin usaha industri belum terbit.
“Kami yakin dengan komitmen untuk mebantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi kalangan investor yang sedang dan akan melaksanakan investasi di Aceh akan menjadi salah satu upaya meningkatkan jumlah investasi dan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor pada masa mendatang,” demikian Iskandar.
Penyelesaian masalah penanaman modal yang dihadapi PT Delima Makmur di Kabupaten Singkil, kata dia, tidak jadi dibahas dalm rapat fasilitasi “task force” tersebut karena pihak PT Delima Makmur dan Pemerintah Kabupaten Singkil sudah memilih jalan penyelesaian melalui jalur pengadilan.
Meski demikian, kata Iskandar, Pemerintah Provinsi Aceh siap memfasilitasi penyelesaian melalui jalur mediasi jika kedua belah pihak menyetujui.
“Hal ini merupakan kewajiban kami selaku instansi Pemerintah Provinsi Aceh yang menangani bidang penanaman modal. Bainprom Aceh siap memfasilitasi setiap permasalahan yang dihadapi para investor sebagai komitmen Pemerintah memberikan kemudahan berinvestasi di Aceh,” demikian Iskandar.
Komentar
Sedang Loading...
Memuat