HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Akibat Kejadian Ledakan di New York, Lima Orang Akhirnya Ditahan

Petugas berada di lokasi ledakan di West 23rd Street di New York, AS, 18 September 2016. (Foto: AFP/KENA BETANCUR)
14

HARIANACEH.co.id – Lima orang ditahan atas ledakan yang melukai 29 orang di distrik Chelsea, Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS). Kelimanya diduga terlibat dalam ledakan, yang disebut tim investigator mirip dengan pengeboman di Boston pada 2013.

Juru bicara Biro Investigasi Federal (FBI) mengonfirmasi ditangkapnya lima orang terkait ledakan. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada satu pun yang dijerat hukum.

Seperti dikutip BBC, FBI menahan kelimanya yang sedang menaiki sebuah kendaraan di Brooklyn pada Minggu (18/9/2016).

Menurut media lokal AS, dengan mengutip beberapa pejabat terkait, melaporkan bahwa bom yang meledak di Chelsea sama dengan peristiwa Boston pada 2013. Bom itu berupa alat peledak rakitan berbentuk panci yang menggunakan telepon genggam serta rangkaian lampu sebagai detonatornya.

Benda mencurigakan diduga bom berbentuk panci pressure-cooker diamankan kepolisian New York
Benda mencurigakan diduga bom berbentuk panci pressure-cooker diamankan kepolisian New York, 17 September 2016. (Foto: CNN)

Benda serupa ditemukan polisi dalam operasi penyisiran usai ledakan di Chelsea. Petugas juga memeriksa benda mencurigakan lainnya yang ditemukan di sebuah stasiun kereta di Elizabeth, New Jersey.

Wali Kota New Jersey Christian Bollwage mengatakan tim penjinak bom menduga benda yang dilengkapi kabel serta pipa itu bisa jadi adalah bom aktif. Reporter dua kantor berita AS mengaku mendengar suara kencang di sekitar Elizabeth pada Senin dini hari.

Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut benda kedua yang ditemukan di New York “mirip secara desain” dengan yang meledak di Chelsea. Benda kedua itu kemudian diledakkan petugas. Tidak ada orang yang terluka.

Dari 29 korban ledakan di Chelsea, hampir seluruhnya tidak mengalami luka serius. Tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.

Saat ini sekitar 1.000 petugas tambahan sudah dikirim ke beberapa titik untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ledakan lain.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat