HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ibadah Haji Bukan Rekreasi, Jemaah Jangan Bawa Oleh-oleh Berlebihan

ilustrasi
20

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Ratusan jemaah asal DKI Jakarta tiba di tanah air usai menjalankan ibadah Haji di Tanah Suci. Tak sedikit jemaah yang pulang dengan oleh-oleh berlebihan. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyayangkan hal ini.

“Kebanyakan keinginan mereka bawa oleh-oleh karpet dan sajadah, padahal di sini banyak yang jual. Padahal itu buatan Turki, China sehingga tidak harus beli di sana,” ujar Humas PPIH Debarkasi Asrama Haji Jakarta, Zulkarnain, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (19/9/2016).

Zulkarnain mengatakan, PPIH sebelumnya sudah memberikan sosialisasi ketika manasik haji agar jemaah tak membawa oleh-oleh berlebihan. Barang bawaaan jemaah diimbau tidak berlebihan juga terkait keselamatan penerbangan.

Barang bawaan jemaah sebelum diterbangkan ke tanah air diperiksa oleh petugas maskapai dan kargo di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi. Jika ada yang berlebihan, akan dikeluarkan dan diharuskan menggunakan kargo. Jemaah dikenai biaya tambahan dari uang pribadi. Jika jemaah tak ada uang, barang itu terpaksa harus ditinggalkan. Hal itu tentu akan merugikan jemaah sendiri.

Karena itu, Zulkarnain mengingatkan jemaah lainnya yang akan kembali ke tanah air agar tak membawa oleh-oleh berlebihan. Dia mengingatkan kembali tujuan pergi haji, yakni untuk ibadah.

“Tujuan melaksanakan haji ibadah, bukan untuk rekreasi atau mencari oleh-oleh. Luruskan niat selama di sana untuk ibadah. Kalau barang bawaan cukup cari di tanah air, beli di tanah air saja. Sehingga tidak membebani jemaah bawa barang bawaan yang merepotkan mereka. Karena dapat mengganggu keselamatan penerbangan,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, para jemaah haji asal Jakarta merasa senang kembali ke tanah air usai menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Wajah mereka tampak bahagia, salah satunya Djemijen (63).

“Nabung sedikit-sedikit dari Rp 50 sampai Rp 100 ribu, ditempati di kaleng biskuit. Alhamdulilah akhirnya terkumpul. Meski masih harus nunggu 5 tahun. Alhamdulillah senang dan juga bisa pulang dalam keadaan selamat,” tutup Djemijen.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat