HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejak 2011 Rupanya Google Kabur dari Jeratan Pajak di Indonesia

3

HARIANACEH.co.id – Google dituding tidak membayar pajak sesuai kewajibannya oleh Pemerintah Indonesia. Tudingan tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya Google memang memiliki track record yang buruk dalam hal membayar pajak.

Seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS) pada 2012. Raksasa teknologi tersebut dikabarkan melalaikan kewajibannya membayar pajak sebesar USD2 miliar dengan cara memindahkan pendapatan mereka senilai USD10 miliar atau 80 persen dari laba sebelum pajak ke sebuah cabang perusahaan mereka di Bermuda, negara yang tidak memiliki pajak penghasilan badan.

Sebagaimana dilansir Huffingtonpost, Senin (19/9/2016), Google sendiri telah menggandakan investasinya di negera tersebut hampir dua kali lipat sejak 2008. IRS melaporkan hal ini menjadi strategi offshoring Google untuk menghindar dari tingginya pajak.

Berdasarkan taksiran IRS, pada 2011, Google telah mengemplang pajak sekira USD1 miliar per tahun dengan memindahkan keuntungan perusahaan ke negara-negara yang minim pajak seperti Irlandia, Belanda, hingga Bermuda. Pasalnya, pemotongan tarif pajak luar negeri mencapai 2,4 persen.

Komisi Eropa pun sepakat bahwa negara-negara Uni Eropa harus berkolaborasi untuk menindak penggelapan pajak yang merugikan mereka USD1,31 triliun per tahun. Karena itu, baik pemerintahan Obama maupun Kongres Partai Republik telah mengusulkan pemotongan tarif pajak perusahaan.

Selain Google, Apple juga berada di bawah pengawasan dengan alasan upaya menghindar pajak. Raksasa teknologi tersebut membayar tarif pajak penghasilan global hanya 9,8 persen pada 2011.

Oleh karena itu, tidak heran jika Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan seluruh negara di dunia dibuat repot oleh Google karena mereka tidak mampu membayar pajak.

loading...