HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Zaini Abdullah: Jangan Ada Yang Berbuat Curang

6

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah meminta semua pihak tidak terlalu dini memberi tanggapan terkait wacana penambahan pasukan untuk mengamankan jalannya Pilkada Aceh 2017. Menurut Zaini, perlu atau tidaknya penambahan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Aceh, merupakan tanggung jawab dan domainnya Polda Aceh.

Pendapat itu disampaikan Zaini Abdullah saat diwawancarai awak media di Kompleks Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (17/9) menanggapi pernyataan Ketua DPRA, Tgk Muharuddin tentang tak perlu BKO untuk pilkada. “Jangan terlalu dini memberi tanggapan, ini tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penegak hukum, dalam hal ini Polda Aceh dan seluruh jajarannya,” kata Zaini Abdullah.

Seperti diberitakan, Ketua DPRA, Tgk Muharuddin berpendapat, Polri tidak perlu menambah pasukan BKO untuk mengamankan jalannya pilkada yang akan berlangsung serentak di 20 kabupaten/kota plus Pilgub Aceh, pada 2017. Menurutnya, pengamanan tahapan pilkada bisa ditangani oleh pasukan Polri yang ada di Aceh dengan bantuan TNI.

Gubernur Zaini menilai, pendapat tersebut merupakan pendapat yang terlalu dini, sementara situasi dan stabilitas keamanan di Aceh jelang pilkada, bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Menurut Zaini lagi, tidak berlebihan jika pihak Polda Aceh seperti diberitakan kemarin mengatakan tetap mempersiapkan pasukan tambahan sebagai bentuk antisipasi, perencanaan operasi, prediksi, dan pemetaan situasi keamanan di Aceh jelangpilkada.

“Saya rasa tidak berlebihan jika pihak Polda mengatakan bahwa pasukan tambahan itu perlu untuk memperkuat keamanan kita menjelang pilkada, harus kita ingat situasi ini kapan saja bisa berubah. Makanya jangan teralalu dini berpendapat, hal ini sebaiknya kita serahkan kepada Polda Aceh dan seluruh jajarannya,” tandas Zaini.

Gubernur menyebutkan, saat ini semua pihak menginginkan suasana damai yang telah terwujud selama sebelas tahun terus berlanjut. Sementara pesta demokrasi pemilihan langsung kepala daerah di Aceh yang sudah di depan mata, bisa berjalan lancar, aman, dan damai. Oleh karena itu, segala kemungkinan harus diprediksi dari sekarang, dan perihal tersebut merupakan tanggung jawab Polda Aceh.

“Situasi kapan saja bisa berubah, jangan sampai saat sudah terjadi yang tidak kita inginkan baru kita berpikir, itu tidak tepat. Makanya ini kita serahkan ke penegak hukum dalam hal ini Polda Aceh,” sebut Zaini Abdullah.

“Jangan ada yang berbuat curang, mari sama-sama kita menghargai orang lain, menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku di Aceh,” kata Zaini Abdullah seraya mengucapkan selamat kepada Brigjen Pol Rio S Djambak yang menjabat sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Husein Hamidi.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time