HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Aceh Masih Mencari Medali di PON XIX Jabar

4

HARIANACEH.co.id, BANDUNG – Kontingen Aceh masih mencari medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat. Hingga hari kelima sejak medali diperebutkan, Rabu (14/9), Tanah Rencong baru meraih satu perunggu di cabang olahraga drum band pada hari pertama. Posisi Aceh pun tak masuk dalam 20 besar.

Harapan medali dari renang di nomor gaya punggung 100 meter kandas. Perenang andalan Aceh, Guntur Alito terdampar ke posisi enam dengan catatan waktu 1:01.39. Medali emas di nomor ini dikuasai perenang DKI Jakarta, Gede Siman Sudartawa dengan catatan waktu 55.19. Perak milik perenang tuan rumah, Ricky Anggawaijaya (57.33), dan perunggu untuk perenang Jawa Timur, Glenn Victor (58.19).

Nomor lain yang diikuti Guntur Alito sudah habis atau gagal meraih medali. Begitu juga perenang Aceh lainnya, Vanesa Febiola juga tak mampu menyumbang medali. Kini di cabor renang yang diasuh Pelatih Zain Chaidir dan Asisten Pelatih Muhammad tersisa dua nomor lagi, yaitu gaya bebas 100 meter dan gaya bebas 200 meter dengan atlet, Gilbert Garcia.

Sedangkan karateka Aceh yang tampil di dua nomor juga gagal meraih medali. Karateka Dhanil Fitri Ama langsung tersingkir di babak penyisihan setelah ditaklukkan karateka Maluku, Agriyonis Ipol dengan skor, 4-8. Padahal Dhanil mengawali pertarungan di kelas kumite perseorangan 84 Kg putra dengan hasil menyakinkan. Dia berhasil memimpin poin dengan skor 2-0. Tapi lawan yang tampil agresif mampu bangkit dengan mengunci kemenangan, 8-4. Begitu juga dengan Agung Pangestu yang gagal merebut tiket semifinal setelah dikalahkan Widodo Febrianto dari Sumatera Utara, 1-7.

Cabor karate untuk Senin (19/9) kembali turun dua nomor, yaitu kata beregu putra, Duta Ambiya, Nico Febrian Chan dan Ichwaldi. Tapi rintangan berat sudah ada di hadapan mereka dengan melawan wakil DKI Jakarta. Bila menang sudah ditunggu Jawa Barat yang selama ini terkenal spesialis nomor kata. Peluang cabor karate Aceh pada Mona Ramozana yang turun di kumite perorangan 55 Kg. Pengalaman meraih perunggu di PON XVIII 2012 Riau diharapkan mampu mengatasi karateka Sumatera Barat, Selasa (20/9). “Tapi Bali lawan berat Mona, karena melawan atlet Pelatnas. Tapi beda grup, bila menang terus, Mona bisa berjumpa di final dengan atlet Bali,” ujar salah satu Pelatih karate, Irwansyah kepada Serambi usai dua karateka Aceh tersingkir.

Sedangkan cabor drum band juga gagal menambah medali di hari kelima. Karena atlet Aceh tak mampu meraih medali di nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) putri jarak 600 meter. Kini Aceh menyisakan tiga nomor lagi di cabor drum band, yaitu LBJT 800 meter campuran, LKKB 2000 meter campuran dan display (unjuk gelar).

Kegagalan menambah medali membuat posisi membuat Aceh melepaskan posisi 20 besar. Sedangkan tuan rumah Jawa Barat masih kokoh di puncak klasemen sementara perolehan medali. Tapi Aceh masih menyisakan cabor andalan yang masih belum bertanding seperti terjun payung, tarung derajat, angkat besi, panjat tebing, kempo, anggar, menembak, dan pencak silat.

Peluang medali untuk Aceh terbuka di cabang olahraga tinju dalam PON XIX 2016 Jawa Barat. Karena Insanul Sabri masuk semifinal setelah menang bye. Petinju Tanah Rencong ini akan melawan pemenang antara petinju Kepulauan Riau dengan Gorontalo di kelas welter 64 Kg.

Pelatih Tinju Aceh, Rahman Boga kepada Serambi kemarin mengatakan, duel semifinal akan digelar Gedung Serbaguna Pelabuhan Ratu, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/9). “Kita harapkan cabang tinju dapat meraih medali di PON Jabar,” harapnya.

Perjuangan berat harus dilalui petinju Aceh lainnya, Ibnu Hibban di kelas menegah 69 Kg. Karena Ibnu harus berhadapan dengan petinju Kalimantan Timur, Kristianus Nong Sedo yang juga mantan juara SEA Games, hari ini.

Wahyudi akan berhadapan dengan petinju, Sumatera Utara, Rahmad Febrian di kelas bantam 52 Kg, Senin (20/9). Kemudian petinju putri, Salsabilla berhadapan dengan petinju Kalimantan Barat, Yesica Rika di babak 8 besar. Pemenang di kelas layang 45 Kg ini akan berhadapan antara Papua dan Nusa Tenggara Barat.

loading...