HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sri Ngotot Kejar Google Bayar Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) berbincang dengan Chairman of the World Islamic Economic Forum (WIEF) Foundation Tun Musa Hitam (kanan) dan Sekjen WIEF Tan Sri Dato Ahmad Fuzi Haji Abdul Razak (kiri) ketika menghadiri acara penutupan WIEF ke-12 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (4/8). WIEF ke-12 berlangsung dari 2-4 Agustus 2016. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/aww/16.
7

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Pemerintah tak main-main untuk menagih pajak perusahaan penyedia konten via internet atau Over The Top (OTT) seperti Google, Facebook, dan Twitter.  Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan terus mengupayakan agar pemerintah secara hukum sah untuk menagih pajak pada Google ataupun penyedia konten via internet.

Ia berpendapat, Google selama ini telah mendapat keuntungan besar dengan menjalankan bisnisnya di Indonesia termasuk melalui iklan. Namun, perusahaan asal Amerika Serikat ini menolak membayar pajak sesuai profit yang mereka dapat.

“Kita usahakan maksimum untuk kepentingan negar‎a ya,” ujar Sri, Rabu (21/9).

Sebelumnya Sri juga menjelaskan pemerintah akan menyiapkan payung hukum baru untuk bisa memajaki layanan aplikasi atau konten melalui internet (Over The Top / OTT). Ia menyebutkan, industri e-commerce atau perdagangan berbasis daring (online)memang menjadi persoalan di berbagai negara.  Ia mengaku tak sedikit menteri keuangan dari negara lain yang mempertanyakan skema pemungutan yang adil dalam perdagangan daring.

“Perusahaan-perusahaan tentu juga akan memiliki argumen. Kita lihat saja peraturan perundang-udnangan kita sangat jelas memberikan rambu-rambu aktivitas ekonomi yang bisa dianggap sebagai ojek pajak dan siapa yang bisa menjadi subyek pajak, termasuk yang BUT (Badan Usaha Tetap), kita akan lihat,” ujar Sri.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat