HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pembela Aktivis Dihukum Pemerintah Tiongkok 12 Tahun Penjara

2

HARIANACEH.co.id, Beijing – Seorang pengacara Tiongkok, pembela para aktivis dalam kasus-kasus politik yang sensitif, dihukum karena penipuan dan dijatuhi 12 tahun penjara. Hukuman ini yang paling keras hingga saat ini dalam penumpasan tanpa henti terhadap komunitas hukum Tiongkok.

Xia Lin dihukum di Beijing setelah ditahan selama dua tahun, namun berbagai kelompok hak asasi manusia bersikeras tuduhan itu dibuat-buat. Mereka katakan, pelanggaran nyata Xia adalah tekadnya untuk melawan ketidakadilan dan menolak membuat pengakuan publik atas “kejahatannya” terhadap Partai Komunis dan negara Tiongkok.

“Tuduhan penipuan hanya isapan jempol untuk menutupi maksud sebenarnya pemerintah: untuk menekan pengacara yang bersedia membela klien dalam kasus-kasus politik yang sensitif,” kata William Nee, seorang peneliti Amnesty International di Hong Kong, seperti dikutip the Washington Post, Jumat (22/9/2016).

Ditambahkan, hukumannya berlebihan kemungkinan besar lantaran enggan bekerja sama. “Boleh jadi untuk mengirim sinyal ke pengacara lain,” imbuh Nee.

Xia ditangkap pada November 2014 ketika siap membela Guo Yushan, kepala Institut Transisi, sebuah lembaga peneliti swasta yang menganjurkan liberalisasi politik dan ekonomi.

Guo, yang telah menyatakan dukungan untuk protes pro-demokrasi Occupy Central di Hong Kong, dibebaskan dengan jaminan setelah satu tahun. Namun dia mengatakan Xia sudah disembunyikan di balik jeruji besi karena menolak untuk membuat pengakuan.

Di bawah Presiden Xi Jinping, Partai Komunis telah terlibat dalam penumpasan paling keras di kalangan masyarakat sipil di Tiongkok sejak demonstrasi Lapangan Tiananmen 1989, protes di mana Xia sendiri dulu hadir sebagai seorang remaja.

Musim panas 2015, pihak berwenang Tiongkok menangkap sekitar 300 aktivis dan pengacara, dan meskipun sebagian besar kemudian dibebaskan, lebih dari selusin tetap ditawan.

Pengacara terkemuka lain, Wang Yu, dibebaskan dengan jaminan setelah membuat pengakuan di televisi. Dia ditahan satu tahun lebih atas tuduhan subversi, dan tetap di bawah pengawasan ketat mirip tahanan rumah bersama keluarganya, Radio Free Asia melaporkan pekan ini.

Pengacara Xia, Ding Xikui, mengatakan kliennya tidak bersalah dan berencana untuk mengajukan banding. “Ini adalah penganiayaan terhadap Xia Lin, dan prosedur itu ilegal,” katanya.

Xia dihukum karena menipu orang sekitar 5 juta yuan atau USD750.000 untuk melunasi utang judi. Tapi pengacaranya mengatakan pinjaman itu diberikan secara bebas tanpa penipuan apapun.

“Ini hanya urusan pinjam-meminjam biasa,” kata Ding.

Jaringan Pembela HAM Tiongkok merilis berbagai pelanggaran hukum dalam kasus Xia, termasuk peniadaan penasehat hukum, sesi interogasi melelahkan, lampu sorot ke arahnya, dan ekstensifnya pemakaian borgol. Pengadilan tidak memberikan pembela akses kepada bukti, juga tidak memungkinkan pembela untuk memanggil saksi-saksi sendiri atau mempertanyakan saksi lainnya.

Ding mengatakan, ini ejekan dari sumpah Partai Komunis untuk memerintah sesuai dengan aturan hukum.

Maya Wang di Human Rights Watch di Hong Kong mengingatkan, hukuman yang keras bukan pertanda baik bagi masyarakat sipil China atau aturan hukum. Sembari diingatkannya Presiden Xi pada 2015 berambisi menerapkan hukuman keras sebagai “pisau yang dipegang teguh di tangan Partai.”

Menaruh respek kepada temannya, Guo dari Transisi Institut mengungkapkan, Xia telah membuat sumpah terbuka sebagai mahasiswa tidak akan pernah menjadi antek atau kolaborator kejahatan. “Pada Mei 2014, kami sempat membahas kemungkinan penangkapan, dan sekarang telah membayar harga yang kami harapkan,” kata Guo.

Kedua lelaki itu, bersama dengan banyak orang lain, “semua ditakdirkan untuk menjadi batu loncatan, sebagai tempat pijakan untuk masa depan,” Guo menulis di situs China Change. “Menerima tempat yang merendahkan ini dalam sejarah adalah kehormatan kami,” tulisnya.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time