HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Pantai AS Ditemukan Bangkai Kapal Perang Dunia II

2

HARIANACEH.co.id, North Carolina – Kedua sosok itu terbaring diam, beristirahat dalam dingin, di dasar laut yang suram. Untuk pertama kalinya, para peneliti menyapu kuburan di dasar Samudera Atlantik, lokasi beberapa pertempuran yang berkobar di dekat daratan AS selama Perang Dunia Kedua.

Dilansir War History Online, Kamis 22 September , pada 1942 angkatan laut Jerman terlibat perang dengan pasukan Sekutu dalam Pertempuran Atlantik.

“Ini medan perang yang mungkin terbesar dalam sejarah manusia,” ucap juru bicara NOAA, David Alberg.

NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) merupakan lembaga ilmiah Amerika dalam Departemen Perdagangan AS yang terfokus pada kondisi lautan dan atmosfer.

Medan perang itu meliputi dari utara dan selatan Atlantik, mulai di Afrika Selatan ke Islandia di mana kapal selam Jerman banyak menenggelamkan kapal Sekutu. Di antara pertempuran terjadi hanya beberapa mil dari semenanjung sempit dengan pulau-pulau kecil berserakan di sekitar Outer Banks, North Carolina.

Sebuah kapal selam NOAA selama beberapa pekan telah melihat lebih dekat reruntuhan kapal barang sekutu bernama Bluefields dan kapal selam Jerman, U-576. Dua kapal itu berada 750 kaki di bawah permukaan laut sejak 1942 dan tidak terdeteksi oleh sonar sampai dua tahun silam.

Eksplorasi yang digelar NOAA adalah yang pertama kalinya setelah 75 tahun tidak seorang pun pernah melihat Bluefields dan kapal selam itu.

Pada pertengahan Juli 1942, U-576 menembakkan torpedo, menenggelamkan Bluefields yang berbendera Nikaragua selain merusak beberapa kapal lainnya. Tak lama setelah itu, pesawat amfibi Angkatan Laut Sekutu membalas, kapal selam itu karam.

U-576 kemungkinan berisi mayat 45 pelaut Jerman. Semua awak Bluefield diselamatkan sebelum kapalnya tenggelam. Sisanya 1.600 penumpang tidak begitu beruntung.

“Sebagian besar pelaut Sekutu dan para saudagar gugur dalam pertempuran di lepas pantai North Carolina. Banyak yang selamat sekarang di usia 90-an,” seperti dilaporkan USA TODAY.

“Sudah tipis waktunya sekarang ini sebelum sisa veteran Perang Dunia II meninggal,” tutur Alberg.

Kapal selam tersebut milik pemerintah Jerman. Pemiliknya mengatakan dua tahun lalu tidak ada kepentingan untuk mendapatkan kembali setiap badan atau reruntuhan itu, menurut LiveScience.

NOAA berharap misinya akan menyimpan babak yang hanya sedikit diketahui dari sejarah Amerika. Sekaligus menyumbangkan bantuan untuk mengenang pengorbanan para patriot yang tewas dalam satu-satunya medan Perang Dunia Kedua di Pantai Timur AS.

Medan tempur berbasis laut seperti Outer Banks, North Carolina, diharapkan bisa menerima penghormatan yang sama seperti Gettysburg, sebuah wilayah pertanian dan perdagangan bersejarah di pusat selatan Pennsylvania, lokasi pertempuran Perang Sipil yang bergolak pada Juli 1863.

NOAA sedang mendekati Badan Pengamatan Suaka Kelautan Nasional untuk memasukkan tambahan bangkai kapal U-576 dan Bluefields dalam daftar suaka maritim nasional.

Terpisah, Badan Pengamatan Suaka Kelautan Nasional (Monitor National Marine Sanctuary) merilis riwayat singkat temuan, berikut:

Pada 15 Juli 1942, Amerika terlibat di kancah Perang Dunia II selama kurang dari satu tahun, lalu pertempuran pun bergolak di kawasan perairan AS lewat serangan kapal selam (berbentuk huruf U) di sepanjang Pantai Timur. Saat itu, di dekat Tanjung Hatteras, North Carolina, kapal selam Jerman U-576 menenggelamkan kapal barang berbendera Nikaragua SS Bluefields.

Serangan itu dibayar mahal ketika konvoi kapal dagang dengan pengawalan militer AS membalas, menembak sampai karam kapal-U dalam hitungan menit. Balasan itu datang melalui serangan udara AL Amerika yang mengebom kapal selam, sementara kapal barang Unicoi menembakinya dengan senjata geladak.

Pada 2014, NOAA menemukan sisa-sisa U-576 dan SS Bluefields karam di dekat Tanjung Hatteras hanya terpisah 240 kilometer dan di sekitar 700 kaki dari pemukaan laut. Pada Agustus 2016, NOAA dan mitranya menggunakan kapal selam mini yang memuat dua orang dalam Project Baseline, pertama kali melihat dua bangkai kapal tersebut setelah 74 tahun.

Mitra lainnya, termasuk Kantor Eksplorasi dan Penelitian Kelautan NOAA, Biro Manajemen Energi Kelautan, Pusat Nasional NOAA untuk Pengamatan Kawasan Pesisir Laut dan Samudera Ocean, 2GRobotics, SRI International, dan Institut Studi Pesisir Universitas North Carolina. Mitra itu membantu dalam pengumpulan data yang akan digunakan untuk memvisualisasikan dan membuat reka ulang sebuah medan perang bawah laut!

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time