HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

PBB Didesak Presiden Palestina Deklarasikan Kemerdekaan pada 2017

8

HARIANACEH.co.id, NEW YORK – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel terus menerus menampik upaya negosiasi damai. Abbas pun mendesak PBB untuk menetapkan 2017 sebagai tahun kemerdekaan Palestina.

Abbas juga mengecam kebijakan Israel yang terus menerus memperluas pemukiman ilegal, di wilayah yang akan dijadikan wilayah Palestina merdeka. Selain itu, Abbas juga mendesak agar PBB memegang peranan lebih besar dalam upaya menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.

Saat pendudukan Israel akan memasuki 50 tahun pada Juni 2017 mendatang, Presiden Abbas mendesak 193 anggota PBB untuk mendeklarasikan tahun 2017 sebagai “tahun dimana dunia internasional mengakhiri pendudukan terhadap lahan dan rakyat kami”.

Abbas inginkan PBB lebih banyak berperan dalam perdamaian Palestina Israel
Abbas inginkan PBB lebih banyak berperan dalam perdamaian Palestina Israel (Foto: AFP)

Abbas berharap bahwa Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk mengadopsi resolusi mengenai pemukiman. Dirinya juga sedikit menyindir Amerika Serikat (AS) mengenai permasalahan ini.

“Kami harap tidak ada satu pihak pun yang memberikan veto,” tutur Abbas, merujuk kepada AS.

Bagi Abbas, Israel hingga saat ini terus menghindari tawaran dari Prancis untuk mengatakan konferensi internasional mengenai pendudukan Israel.

“Tangan kami selalu terbuka untuk melakukan perdamaian. Tetapi Israel terus menolak meninggalkan mental hegemoni, ekpansionisme dan kolonialisasi,” tegas Abbas, melansir AFP, Sabtu (24/9/2016).

Israel berikan bantahan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku, perselisihan antara Israel dengan Palestina bukan terkait permukiman Yahudi. Netanyahu juga menolak keterlibatan PBB dalam upaya mengatasi konflik Palestina-Israel.

“Yang jadi inti dari konflik, penolakan keras Palestina untuk mengakui negara Yahudi dengan batasannya,” terang Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB.

PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

Dia menyebutkan, konflik tidak pernah menyinggung soal permukiman atau pembentukan negara Palestina. Tapi, tentang keberadaan sebuah negara Yahudi. “Negara Yahudi dengan batasannya,” ungkap Netanyahu.

Ungkapan dari Netanyahu seakan mementahkan pernyataan yang datang langsung dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Abbas mengatakan, perluasan tempat tinggal Yahudi oleh Israel di tepi barat membuat konflik di antara kedua belah pihak terjadi.

Tapi dari pidatonya, Netanyahu mengklaim, bahwa Haifa, Jaffa dan Tel Aviv merupakan kota di Israel sebagai pemukiman yang sebenarnya yang diinginkan Palestina.

“Isu soal permukiman tepi barat tidak nyata. Itu harus dirundingkan, agar bisa diselesaikan,” terang Netanyahu.

loading...