HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Presiden Ekuador Berharap Bertemu Negara-negara OPEC

4

HARIANACEH.co.id, Ekuador – Presiden Ekuador Rafael Correa berharap pertemuan Negara -negara pengekspor minyak (OPEC) akan mencapai kesepakatan untuk menstabilisasikan pasar minyak pada pertemuan mendatang di Algeria.

Dia mengatakan anggota OPEC melaksanakan pertemuan informal di Algeria yang akan dilaksanakan dari 26 September hingga 28 September 2016.

“Itu pertemuan yang diadakan berbagai alasan, tetapi anggota OPEC akan di sana dan kita berharap akan memiliki pertemuan informal lainya dan mendapatkan kesepakatan untuk melakukan stabilisasi terhadap pasar minyak,” kata Correa dikutip dari Reuters, Minggu (25/9/2016).

Dia mewaspadai bahwa pertemuan itu akan berdampak serius. Itu dapat berujung kepada perpecahan di kalangan OPEC. Perpecahan dapat membawa kejatuhan harga minyak.

Ekuador mendukung posisi dari aliansi ideologisnya Venezuela yang harus membekukan produki minyak untuk membatasi penawaran dan mendorong kenaikan harga minyak.

Ide yang mendapatkan dukungan dari produsen minyak terbesar. Kejatuhan harga minyak pada Jumat minggu ini mensinyalkan bahwa anggota OPEC, Arab Saudi dan Iran saling berbeda pendapat untuk meraih konsesus dari pertemuan di Algeria.

Negara anggota OPEC terkecil telah berusaha melawan rendahnya harga minyak. Pemerintah telah ditekan untuk mencari sumber pendanaan baru dan mengurangi investasi publik.

Sebelumnya menteri Energi Qatar Mohammed Al Sada mengatakan bahwa OPEC akan menggelar pertemuan informal di Aljazair pada 28 September.

Al-Sada, presiden OPEC saat ini, mengatakan bahwa pertemuan akan diadakan di sela-sela Forum Energi Internasional ke-15 pada Rabu depan, 28 September.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo dilaporkan mengatakan bahwa pertemuan negara-negara produsen anggota OPEC dan non-OPEC di Aljazair bulan ini akan menjadi pertemuan informal untuk konsultasi dan bukan untuk pengambilan keputusan.

Barkindo menyatakan OPEC akan mencoba untuk mencapai konsensus dan mengadakan pertemuan darurat guna membuat keputusan yang sebenarnya jika semua anggota setuju. Dia mengatakan anggota kelompok akan membahas kesepakatan satu tahun belakangan, tapi dia tidak menentukan apakah mereka akan mendiskusikan perjanjian untuk membekukan produksi.

Forum Energi Internasional ke-15, acara dua tahunan para menteri, akan diselenggarakan di Aljazair mulai 26 September sampai dengan 28 September.

loading...