HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

AS Ditegaskan Hillary Clinton Harus Mencegah Peretasan Informasi

2

HARIANACEH.co.id – Hillary Clinton menegaskan presiden Amerika Serikat (AS) berikut harus mampu menjaga keamanan negara dari segala ancaman, termasuk dari peretasan informasi.

Juli lalu, hampir 20 ribu surat elektronik atau email Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) diretas. Peretasan terjadi satu hari sebelum berlangsungnya Konvensi Partai Demokrat untuk memilih calon presiden.

Ribuan email bocor tersebut mengungkapkan bahwa pejabat Demokrat lebih banyak yang mendukung Clinton daripada Bernie Sanders, yang juga sebelumnya adalah kandidat capres Demokrat.

Kubu Demokrat, termasuk Presiden Barack Obama dan Clinton, mencurigai Rusia sebagai dalang di balik peretasan.

“Kita harus menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. AS mempunyai kapasitas besar, dan kita tidak akan duduk diam dan membiarkan ada yang mencuri informasi kita,” tegas Clinton, dalam debat pertama capres AS di Hofstra University, Hempstead, New York, Senin 26 September waktu AS atau Selasa (27/9/2016) waktu Indonesia.

Presiden Rusia Vladimir Putin merespons kecurigaan dan menegaskan dirinya tidak mengetahui apapun mengenai peretasan DNC.

“Saya kaget saat Donald, di hadapan publik, mengundang publik untuk meretas Amerika. Itu tidak dapat diterima. Donald tidak bisa menjadi kepala negara,” sebut Clinton.

Trump membalas serangan Clinton, dan meragukan jika pelaku peretasan DNC adalah Rusia. “Bisa saja pelakunya Tiongkok, atau orang gemuk berbobot 181 kilogram yang sedang duduk di tempat tidurnya,” ujar Trump.

“Di bawah Presiden Obama, kita telah kehilangan kendali. Kita harus benar-benar tegas dalam peperangan di dunia maya,” sambung Trump.

loading...