HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah Poin-Poin Penting dalam Debat Pertama Capres AS

23

HARIANACEH.co.id – Debat pertama calon presiden Amerika Serikat (AS) di Universitas Hofstra, Hempstead, New York, Senin (26/9/2016), telah berakhir. Berikut rangkuman poin-poin penting yang terjadi dalam debat:

1.  Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik memperdebatkan beragam topik, mulai dari kebijakan perdagangan, perjanjian nuklir Iran hingga laporan pajak.

2. Perjanjian perdagangan Nafta disebut Trump sebagai salah satu contoh kegagalan Clinton sebagai menteri luar negeri AS. Clinton enggan membantah tuduhan Trump dan memintanya untuk memeriksa fakta-fakta yang ada.

3. Clinton mampu menyebutkan detail beberapa permasalahan — peperangan di dunia maya, kebijakan publik, tunjangan keluarga — sementara Trump hanya mampu mengutarakannya secara umum.

4. Salah satu momen terbesar Clinton adalah saat Trump mengklaim sebagai pria berwatak tenang dan tidak temperamental. Clinton merespons dengan ungkapan sederhana, ‘whoo! baiklah…’ sembari tertawa ringan. Sejumlah penonton debat ikut tertawa bersama Clinton.

Hillary Clinton
Hillary Clinton. (Foto: AFP)

5. Terkait perpajakan, Trump berjanji merilis laporan pajaknya ke publik dengan syarat. Ia mengaku akan segera mengumumkannya setelah proses audit selesai dan usai Clinton merilis 33 ribu surat elektronik (email) yang telah dihapus. Trump merujuk pada skandal email Clinton saat wanita 68 tahun itu menjadi menlu.

6. Trump membantah telah mendukung keputusan AS menginvasi Irak. Trump mengatakan tuduhan itu muncul di berbagai media atas permintaan Clinton. Moderator debat Lester Holt mengatakan, “tapi memang faktanya begitu.” Trump tetap membantah. Faktanya, dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio bernama Howard Stern pada 2002, Trump mengatakan dirinya mendukung invasi di Irak. “Iya, saya rasa begitu,” jawab Trump saat ditanya Stern.

7. Mengeluhkan minimnya anggaran AS, Trump menuding semuanya telah dihabiskan untuk mendukung gagasan buruk Clinton dan kubu Demokrat. Clinton membalas, “(anggaran AS minim) mungkin karena Anda belum membayar pajak!”

8. Kedua capres memperdebatkan masalah kelompok militan Islamic State. Trump menuduh berbagai kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama dan Clinton di masa lalu telah berujung pada lahirnya ISIS. Clinton menyebut tuduhan Trump berbahaya dan tidak berdasar. Ia mengaku memiliki rencana untuk mengalahkan ISIS, tidak seperti Trump yang dinilainya tidak memikirkan hingga sejauh itu.

Donald Trump
Donald Trump. (Foto: AFP)

9. Dalam beberapa kampanyenya, Trump kerap menyebut Obama sebagai pria yang bukan lahir di AS. Belakangan, Trump membantahnya dan tidak pernah menyebarkan isu menyesatkan seperti itu. Clinton merespons, “Hal ini tidak bisa dibantah dan dibiarkan begitu saja. Dia (Trump) memiliki catatan panjang dalam perilaku rasisme.”

10. Juli lalu, hampir 20 ribu surat elektronik atau email Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) diretas. Kubu Demokrat, termasuk Presiden Barack Obama dan Clinton, mencurigai Rusia sebagai dalang di balik peretasan. Trump, yang beberapa kali memuji sosok Presiden Rusia Vladimir Putin, menyangsikan Negeri Beruang sebagai pelaku peretasan. Dia menyebut “bisa saja pelakunya Tiongkok, atau orang gemuk berbobot 181 kilogram yang sedang duduk di tempat tidurnya.”

11. Salah satu isu yang ramai diperdebatkan di AS sepanjang tahun ini adalah kepemilikan senjata api. Clinton kembali menegaskan rencananya memperketat pemeriksaan latar belakang calon pemilik senjata api, sedangkan Trump menginginkan adanya pemeriksaan langsung orang per orang di jalanan, terutama terhadap warga kulit hitam.

12. Usai debat, Clinton dan Trump bersalaman sembari tersenyum. Mereka sama-sama menyatakan akan menerima apapun hasil pemilihan umum mendatang.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat