HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tax Amnesty Hanya Memberikan Pilihan

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah). (MI/Galih Pradipta)
29

HARIANACEH.co.id, Jakarta – Mendekati penutupan periode pertama kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty, statistik pundi-pundi harta melalui program ini semakin meningkat.

Dari statistik melalui web resmi pajak, Selasa 27 Septermber 2016, pada pukul 17.29 WIB,  jumlah harta yang disampaikan dalam program tax amnesty yakni Rp2.450 triliun. Namun sayangnya, yang termasuk repatriasi baru sebesar Rp126 triliun.

Padahal, Pemerintah sudah berkali-kali menekankan konsep awal tax amnesty untuk menarik kembali dana milik WNI yang selama ini banyak tersimpan di luar negeri untuk kembali ke tanah air yang diperkirakan bisa membawa pulang dana sebesar Rp1.000 triliun.

Menanggapi masih rendahnya repatriasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam Undang-Undang pengampunan pajak, repatriasi merupakan sebuah pilihan. Wajib pajak bebas memilih apakah mau membawa kembali asetnya atau tetap berada di luar negeri.

“Tax amnesty memberikan peluang pilihan antara repatriasi atau tidak. Semua menginginkan repatriasi lebih, namun itu pilihan,” kata Ani di kantor pusat DJP, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Menurut Ani, wajib pajak bebas memilih jika tak mengambil kesempatan repatriasi dan menyimpan asetnya di luar negeri dengan beraviliasi bersama perusahaan lain untuk kebutuhan investasi.

Namun demikian, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, meski repatriasi masih kecil, bukan berarti ekonomi Indonesia jadi tertutup dan restriktif. Ekonomi Indonesia akan tetap terjaga dengan mutual trust, mutual respect dan mutual benefit yang tak hanya menguntungkan satu pihak.

“Kalau harta (tetap) di luar negeri enggak apa-apa, tapi silahkan dideklarasikan. Namun yang jelas, kami ingin membangun infrastruktur, membuka peluang tenaga kerja. Kami ingin dapat potensi besar. Saya buka kesempatan itu, tidak hanya dalam bentuk repatriasi namun ide untuk buka usaha baru” jelas dia.

Lebih jauh terkait banyaknya yang hanya mendeklarasi, menurut Ani hal tersebut merupakan keuntungan untuk menjadi basis data yang lebih akurat dalam menggali potensi pajak di masa mendatang.

“Deklarasi menggambarkan  ekonomi yang selama ini enggak terekam, jadi terekam. Dan akan jadi pondasi ekonomi,” pungkas dia.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat