HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Maraknya Pekerja Asing Bekerja Ilegal di Aceh

4

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Penerapan kebijakan bebas visa kunjungan yang dikeluarkan pemerintah terhadap 169 negara, memudahkan arus masuknya warga asing ke Indonesia, termasuk Aceh. Kemudian dimanfaatkan untuk bekerja. Saat ini dipekirakan ratusan pekerja asing illegal berada di Aceh.

Kabid Pengawasan Disnakermobduk Aceh, Putut Ranggono, dalam diskusi publik yang digelar LSM IDeAs, di Warung Kopi 3in1, Lampineung, Banda Aceh, Selasa (27/9/2016), mengatakan, berdasarkan catatan yang diterima pihaknya melalui perusahaan di Aceh, hanya 29 warga asing yang terdaftar bekerja di sejumlah sektor di Aceh.

“Para tenaga kerja asing tersebut bekerja di perusahaan industri, perkebunan dan kontruksi yang berada di bawah naungan PT Semen Lafarge Indonesia, PT Sofcin Infonesia dan PT Hyundai Engineering dan Contruction (kontraktor PLTA di Peusangan, Aceh Tengah),” ujarnya.

Pihaknya mengakui, masih banyak perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing yang tidak melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja. “Seharusnya, itu menjadi tanggung jawab perusahaan yang mempekerjakan mereka. Jumlah warga asing yang bekerja di Aceh secara liar diperkirakan mencapai ratusan orang, terbagi di perusahaan perkebunan, tambang liar dan lainnya yang jauh dari pengawasan aparat, di kawasan Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bener Meriah dan beberapa wilayah tambang dan perkebunan lainnya,” jelasnya.

‎Dalam tiga bulan terakhir, di Aceh banyak ditemukan pekerja asing ilegal yang ditangkap pihak imigrasi. “Pada 10 Juni 2016 lalu, petugas Imigrasi Meulaboh menangkap 4 pekerja asing Tiongkok yang melakukan pemalsuan dokumen untuk mendapatkan visa kunjungan ke Indonesia. Selanjutnya, pihaknya juga mengamankan 2 warga Malaysia yang melakukan survey di lokasi tambang emas, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat. Mereka melakukan kegiatan ilegar dengan menggunakan visa kunjungan wisatanya,” kata Putut.

Tidak hanya itu, selama Juni 2016, pihak imigrasi Meulaboh telah mendeportasikan 9 orang WNA tersebut yang terdiri dari 3 warga Thailand, 2 warga Tionghoa Malaysia dan 4 orang warga Myanmar yang melakukan ilegal fishing di perairan Aceh.

loading...