HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kebun Sawit Meluas, Dua Sungai di Bireuen Mengering

11

HARIANACEH.co.id, BIREUEN – Gencarnya pembukaan lahan sawit di Kabupaten Bireuen kini berdampak serius bagi masyarakat dan keseimbangan alam sekitar. Warga dari tiga desa di kabupaten itu–Desa Alue Rambong, Desa Buket Mulia dan Desa Krueng Simpo–mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kemudian dua alur sungai, Krueng Alue Phon dan Krueng Alue Teungoh, Desa Alue Rambong Kecamatan Juli KM 17 mulai mengering.

Menurut Ketua Agribisnis BPD HIPMI Aceh Zia Udinsyah, kondisi itu dipengruhi oleh ekpansi perkebunan sawit di wilayah Bireuen. Pengusaha secara besar-besaran memperluas pembukaan lahan perkebunan di daerah yang dimaksud. Akibatnya, kata dia, keseimbangan alam sekitar ikut terganggu. Air yang mengalir pada dua sungai dihisap oleh tanaman sawit.

“Penyebab keringnya sungai tersebut karena keseimbangan alam terganggu dan pembukaan lahan sawit di daerah itu besar – besaran,” kata Zia di Bireuen, Jumat (30/09/2016).

Oleh karena itu, kata Zia, Pemerintah Kabupaten Bireuen perlu menyelesaikan persoalan tersebut. Karena masalah ini juga berdampak bagi keberlangsungan kebun warga sekitar. Tanaman di kebun warga ikut mengering.

“Pemerintah Kabupaten Biruen harus memberikan solusi persoalan ketersedian air bagi masyarakat dan petani di Desa Alue Rambong, Desa Buket Mulia dan Desa Krueng Simpo untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya. (HAI/Mahdi Ismail)

loading...