HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Film Dewasa Pada Videotron Jakarta Selatan Ulah Para Hacker?

6

HARIANACEH.co.id — Film dewasa yang muncul beberapa menit saja di Videotron yang berada di Jalan Iskandarsyah Raya telah menjadi Viral di Dunia Maya.

Saat ini videotron yang letaknya tak jauh dari kantor Wali Kota Jaksel itu sudah di pasangi Police Line oleh Polda Metro Jaya. Berbagai sanggahan dan klarifikasi dari berbagai pihak yang berhubungan dengan munculnya pemutaran Video dewasa pada videotron tersebut.

Hal yang paling mudah, menimpakan kesalahan tersebut menjadi ulah nakal para hacker. Hacker menjadi orang yang selalu dan paling mudah disalahkan saat sesuatu yang berhubungan dengan Internet dan dunia maya tidak semestinya terjadi.

Hacker akan selalu menjadi kambing hitam dari setiap kesalahan yang diperbuat orang lain saat terjadi hal yang bukan semestinya.

Kapolda ‎Metro Jaya, Irjen M Iriawan menuturkan pelaku dalam kasus tampilnya adegan porno di videotron, perempatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan belum tentu dilakukan oleh hacker.

“‎Belum bisa dipastikan itu karena diretas oleh hacker. Pastinya kami akan ungkap ini karena ini jadi perhatian publik dan mengapa bisa terjadi,” kata M Iriawan, Sabtu (1/10/2016) di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur.

“Memang ada yang diamankan, tapi hanya diperiksa sebagai saksi saja. Belum ada penetapan tersangka di kasus ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Jurubicara PT Transito Adiman selaku pemilik izin, Widi Krastawan mengatakan kuat dugaan Videotron yang sempat menampilkan adegan film porno di perempatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diretas oleh hacker.

Untuk mendalami kasus terseebut pihak Cyber Crime Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus videotron tersebut. ‎Tim Cyber Crime juga sudah turun untuk memeriksa ke kantor pusat Transito dan membawa satu CPU untuk didalami lebih lanjut.

Sementara itu pihak Transito sendiri meyakini bahwa peristiwa tersebut bukan hasil kelakukan dari karyawannya.

PT Transito Adiman juga mengklarifikasi kabar yang menyatakan izin videotron tersebut sudah habis masanya.

“Kita mengklarifikasi bahwa kita menyewa titik dan ijin punyanya Matapena, itu berlangsung ijinnya sampai 29 Oktober 2016. Itu Confirm. Jadi kita secara ijin masih hidup. Karena kita tidak mau bahwa kita salah tidak memiliki ijin. Dan kita sudah cek itu sampai 29 Oktober 2016,” katanya.

loading...