HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Stres Dapat Dihilangkan dengan Cara Berpelukan

5

HARIANACEH.co.id – Pada pembukaan National Museum of African American History and Culture di Washington D.C. pada 24 September lalu, Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, dan mantan presiden George W. Bush berpelukan.

Momen yang amat singkat itu menampilkan Michelle yang memeluk Bush dari sisi samping. Bush tampak nyaman dalam pelukan Michelle. Meski berlangsung amat singkat, foto dan video peristiwa ini menyebar berkat bantuan internet.

CNN.com menyebutkan selama delapan tahun terakhir, Bush dan Michelle terlihat semakin akrab. Pada berbagai peristiwa di tempat umum, kedua orang itu sering duduk berdua saling bersebelahan. Mereka sering tertawa bersama, atau bahkan saling berpegangan tangan.

Namun peristiwa terakhir pada Sabtu lalu itu tampaknya lebih menarik perhatian banyak orang. Pelukan Michelle dan ekpresi Bush mengingatkan orang akan manfaat pelukan bagi kesehatan.

Sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu dalam jurnal Psychological Sciencemengungkapkan bahwa selain membuat kita semakin merasa dekat dengan orang lain, berpelukan juga bisa mencegah kita sakit. Sekilas tampaknya temuan ini sangat aneh. Pasti ada yang berpikir bahwa memeluk orang lain justru akan meningkatkan peluang terpapar bakteri sehingga bisa menyebabkan sakit.

Namun studi yang dilakukan oleh para peneliti di Carnegie Mellon Universitymengindikasikan bahwa perasaan dekat dengan orang lain, khususnya lewat sentuhan fisik, justru akan melindungi kita dari penyakit yang disebabkan karena stres. Riset ini menambah panjang daftar bukti ilmiah bahwa dukungan sosial terhadap orang lain memberikan manfaat yang positif.

Dukungan sosial ini bisa didefinisikan sebagai persepsi terhadap hubungan yang bermakna yang bisa mendukung saat dua orang melewati masa-masa sulit. Penelitian itu menyebutkan dukungan emosional seperti ekspresi kasih sayang, memberikan akses informasi atau bantuan lainnya akan memberikan manfaat positif.

Para peneliti mengukur dukungan sosial ini dengan cara memberikan kuesioner kepada para sukarelawan yang memberikan pernyataan (misalnya: “Saya merasa tidak ada orang lain yang bisa menjadi tempat berbagi kekhawatiran dan ketakutan saya.”).

Kemudian para ahli melakukan wawancara setiap malam selama dua pekan untuk mencari seberapa sering para peserta penelitian mengalami konflik dengan orang lain dan seberapa sering mereka menerima pelukan. Akhirnya, para ahli menularkan virus flu kepada para peserta penelitian dan meneliti apa yang kemudian terjadi.

“Kami menguji apakah persepsi dukungan sosial sama-sama efektif dalam melindungi kita dari stres akibat kerentanan terhadap infeksi, dan juga apakah menerima pelukan mungkin bisa menjelaskan perasaan dukungan dan diri mereka sendiri untuk terlindung dari infeksi,” kata penulis studi Sheldon Cohen sekaligus psikolog di Carnegie, seperti yang dilansir Foxnews.

Hasilnya penelitian ini mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga maupun kerabat dapat mengurangi rasa stres. Berpelukan dapat membuat seseorang merasa dilindungi dan mendapat dukungan agar kuat saat menghadapi suatu masalah.

Cohen mengatakan, penelitian itu menunjukkan bahwa berpelukan memang merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan dukungan.

“Meningkatkan frekuensi pelukan mungkin merupakan cara yang efektif untuk mengurangi efek buruk dari stres,” ujar Sholden kepada Washington Post.

Menurut Sholden, saat berpelukan terjadi kontak fisik yang menunjukkan kedekatan seseorang. Sholden mengatakan, orang-orang yang memiliki masalah dan stres akan lebih mudah terserang penyakit. Dengan demikian, berpelukan juga mencegah seseorang terserang penyakit.

“Hal ini menunjukkan bahwa dipeluk oleh orang yang terkasih adalah cara efektif untuk mengurangi stres sekaligus menjadi indikator keintiman,” lanjut Cohen.

Saat berpelukan, terjadi pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh yang membuat seseorang menjadi lebih rileks dan membuat sistem kekebalan tubuh lebih baik.

loading...