HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Donald Trump Dituduh 18 Tahun Tidak Pernah Bayar Pajak

3

HARIANACEH.co.id, NEW YORK – Surat kabar The New York Times menghadirkan sejumlah laporan pajak milik Donald Trump yang menunjukkan calon presiden Amerika Serikat asal Partai Republik itu mengalami kerugian finansial yang sangat besar pada 1995.

Karena kerugiannya begitu besar, Donald Trump dapat memanfaatkannya untuk menghindari pajak selama 18 tahun.

Berdasarkan ketentuan pajak di AS, individu kaya raya dapat mengimbangi penghasilannya dengan kerugiannya di dalam berbagai kemitraan dan bisnis. Dengan begitu, Trump dapat menggunakan kerugiannya pada 1995 untuk menghindari membayar pajak tiga tahun sebelumnya dan 15 tahun ke depan.

Dari laporan pajak yang didapat secara anonim oleh The New York Times, kerugian Trump pada 1995 mencapai USD915 juta atau setara Rp11 triliun.

Kerugian besar Trump itu disebut berasal dari “musibah finansial” dari tiga bisnisnya, yakni deretan kasino di Atlantic City, pembelian Plaza Hotel di New York dan sektor penerbangan.

“Meski penghasilan kena pajak Trump di tahun-tahun berikutnya belum diketahui, kerugian USD916 juta pada 1995 akan cukup besar untuk menghapus lebih dari USD50 juta setahun pendapatan kena pajak lebih dari 18 tahun,” tulis The New York Times, Sabtu (1/10/2016).

Tim kampanye Trump tidak mengonfirmasi ataupun membantah terkait deklarasi kerugian besar pada 1995. Kubu Trump menyebut dokumen itu didapatkan secara ilegal dan semakin menunjukkan bahwa The New York Times adalah perpanjangan tangan rivalnya, Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

“Trump adalah pebisnis handal yang bertanggung jawab terhadap bisnis, keluarga dan karyawannya dan selalu membayar pajak sesuai ketentuan. Trump telah membayar ratusan juta dolar untuk pajak properti, penjualan, karyawan, federal dan lainya,” ujar pernyataan tim kampanye Trump.

“Dia mengetahui aturan pajak lebih baik dari siapapun yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden, dan hanya dia yang bisa memperbaiki masalah ini,” sambungnya.

Masalah perpajakan muncul dalam debat perdana capres AS pada Selasa pekan lalu. Ketika itu, Trump berjanji akan merilis laporan pajaknya setelah proses audit berakhir. Trump juga ingin Clinton terlebih dahulu merilis 33 ribu surat elektronik bermasalah.

Mengutip ucapan Badan Pengawas Pajak AS (IRS), moderator debat Lester Holt mengatakan seseorang bisa saja mengeluarkan laporan pajaknya meski sedang diaudit.

loading...