HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hindari Pajak Selama 18 Tahun, Donald Trump Diserang Tim Clinton

Dua capres AS, Hillary Clinton (kiri) dan Donald Trump. (Foto: AFP)
19

HARIANACEH.co.id – Tim kampanye calon presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyerang Donald Trump yang disebut-sebut telah menghindari kewajiban membayar pajak selama 18 tahun.

Dalam sebuah artikel di surat kabar The New York Times, Sabtu (1/10/2016), Trump disebut mengalami kerugian finansial besar pada 1995. Dengan memanfaatkan aturan pajak di AS, Trump menggunakan kerugiannya itu untuk menghindari pajak selama 18 tahun.

The New York Times memperoleh laporan pajak Trump melalui sumber anonim. Dalam laporan itu, kerugian Trump pada 1995 mencapai USD915 juta atau setara Rp11 triliun.

Juru bicara tim kampanye Clinton, Brian Fallon, menyebut laporan The New York Times sebagai sebuah kejutan besar. “Laporan pajak Trump menunjukkan kualitasnya sebagai pebisnis dan sudah berapa lama dirinya telah menghindari kewajiban membayar segala jenis pajak,” tulisnya di Twitter, seperti dikutip NBC News.

Berdasarkan ketentuan pajak di AS, individu kaya raya dapat mengimbangi penghasilannya dengan kerugiannya di dalam berbagai kemitraan dan bisnis. Dengan begitu, Trump dapat menggunakan kerugiannya pada 1995 untuk menghindari membayar pajak untuk tiga tahun sebelumnya dan 15 tahun ke depan.

“Dalam satu tahun, Donald Trump kehilangan hampir satu miliar dolar. Dia menutup bisnis-bisnis, memecat karyawannya dan pergi dari masyarakat pekerja keras,” ujar tim kampanye Clinton.

“Ternyata dia menghindari pajak selama hampir dua dekade, sementara puluhan juta keluarga AS membayar pajak mereka masing-masing,” tambahnya.

Tidak Mengonfirmasi maupun Membantah

Kubu Trump tidak mengonfirmasi ataupun membantah terkait deklarasi kerugian besar pada 1995. Kubu Trump menyebut dokumen itu didapatkan secara ilegal dan semakin menunjukkan bahwa The New York Timesadalah perpanjangan tangan rivalnya, Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

“Trump adalah pebisnis handal yang bertanggung jawab terhadap bisnis, keluarga dan karyawannya dan selalu membayar pajak sesuai ketentuan. Trump telah membayar ratusan juta dolar untuk pajak properti, penjualan, karyawan, federal dan lainya,” ujar pernyataan tim kampanye Trump.

“Dia mengetahui aturan pajak lebih baik dari siapapun yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden, dan hanya dia yang bisa memperbaiki masalah ini,” sambungnya.

Masalah perpajakan muncul dalam debat perdana capres AS pada Selasa pekan lalu. Ketika itu, Trump berjanji akan merilis laporan pajaknya setelah proses audit berakhir. Trump juga ingin Clinton terlebih dahulu merilis 33 ribu surat elektronik bermasalah.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat