BOLA

Indikasi Kasus Korupsi yang Mulai Terbuka di Liga Inggris

korupsi di Liga Inggris

HARIANACEH.co.id — Kasus skandal yang menimpa Sam Allardyce berbuntut panjang. Bukan hanya kepada kursi kepelatihan timnas Inggris, tapi juga kepada sepakbola Inggris secara keseluruhan. The Telegraph melansir dalam investigasinya bahwa kurang lebih ada delapan manajer yang terindikasi terlibat dalam kasus korupsi, utamanya dalam hal transfer pemain yang dimiliki oleh pihak ketiga.

Big Sam, dalam video investigasi The Telegraph, menyebutkan bahwa ia bisa mengakali aturan transfer pemain yang dimiliki oleh pihak ketiga. Ternyata, bukan hanya Big Sam saja yang mampu melakukan itu, melainkan juga manajer ataupun asisten manajer tim lain. Hal ini terungkap tidak lama setelah video investigasi The Telegraph diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk diusut.

Berikut adalah beberapa nama yang akhirnya menjadi tertuduh dalam skandal korupsi yang mulai menyebar luas ini gegara video dari The Telegraph.

Massimo Cellino, Pemilik Klub Leeds United

Massimo Cellino adalah sosok yang penuh dengan kontroversi dalam tubuh Leeds United. Selain ada empat kasus yang berkaitan dengan sepakbola (sekarang masih dalam proses investigasi), sekarang ia juga tertuduh menggunakan uangnya sendiri untuk memperlancar proses transfer pemain-pemain ke Leeds, termasuk pemain yang dimiliki oleh pihak ketiga. Ia juga bahkan kenal dengan Tommy Wright (dikenalkan oleh Pino Pagliara).

Mengenai hal ini, pihak Leeds menolak untuk memberikan komentar.

Tommy Wright, Asisten Manajer Barnsley

Tommy Wright adalah asisten manajer di Barnsley (sekarang berkompetisi di Divisi Championship). Tommy dipecat oleh pihak Barnsley setelah namanya masuk dalam laporan investigasi The Telegraph sebagai orang yang menerima uang sebesar 5000 paun dalam proses transfer pemain ke klub Barnsley.

“Setelah melihat respon dari Tuan Wright berkenaan dengan kasus ini (korupsi dalam transfer pemain), kami memutuskan untuk memecat Tuan Wright. Klub juga akan terus melakukan investigasi internal dan akan bekerja sama dengan pihak yang berwenang dalam upaya penyelesaian kasus ini,” ujar pernyataan resmi klub Barnsley seperti dilansir BBC.

Jimmy Floyd Hasselbaink, Manajer Queens Park Rangers

Nama pemain yang pernah membela Chelsea dan sekarang menjadi manajer QPR, Jimmy Floyd Hasselbaink, akhirnya juga ikut terseret dalam kasus korupsi. Ia pun harus menjalani investigasi bersama pihak QPR setelah kedapatan melakukan negosiasi perihal transfer pemain ke QPR yang menyertakan uang pelicin transfer sebesar 55.000 paun. Hasselbaink mengaku kaget dan tidak mengakui bahwa ia melakukan hal tersebut.

“Sebagai bagian dari investigasi, CEO Leo Hoos dan direktur olahraga Les Ferdinand akan menemui Hasselbaink untuk menanyakan kepadanya tentang kesaksiannya akan kejadian ini,” ujar pernyataan resmi klub QPR.

Eric Black, Asisten Manajer Southampton

Nama Eric Black pun terseret dalam kasus korupsi ini. Ia kedapatan menyebutkan nama asisten pelatih dalam klub lain yang dapat digunakan sebagai informasi untuk mempermudah transfer pemain milik pihak ketiga. Black juga menyebutkan harga yang harus dibayar jika menggunakan jasa asisten pelatih tersebut. Black, sama seperti Hasselbaink, menolak tuduhan ini. Tapi, pihak Southampton pun tetap berencana akan menggelar investigasi lebih lanjut.

**

Itu hanya segelintir dari beberapa nama yang disebutkan dalam video investigasi The Telegraph. Dalam video itu, salah satu agen dari Italia yang pernah berkecimpung di sepakbola Inggris, Pino Pagliara, menyebutkan banyak nama. Pun juga dengan agen-agen pemain lain, mereka menyebutkan banyak sekali praktek yang terjadi, meski baru sekarang terkuak ke permukaan.

Jeff Powell, salah satu penulis di Daily Mail menyebut, bahwa dengan munculnya kasus ini, bukan tidak mungkin ketertarikan orang-orang terhadap sepakbola akan berkurang. Jika hal itu terjadi, maka jangan segan untuk menunjuk The Telegraph, karena berkat (atau akibat) mereka-lah, semua kecurangan ini menjadi terbongkar, walau ada sisi positif yang dapat dilihat dari pengungkapan yang dilakukan ini.

Namun setidaknya, ini juga menjadi cermin bahwa, seperti yang dikatakan oleh Pagliara kalau sepakbola Inggris tidak jauh lebih bersih dari sepakbola Italia yang terkenal penuh kecurangan (akibat budaya furbizia). Bahkan Peter Coates, chairman Stoke City, pun dengan berani mengatakan bahwa sepakbola memang adalah permainan yang “tidak pernah bersih”.

TERPOPULER

Keatas