HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Referendum Aturan Uni Eropa soal Imigran Digelar Negara Hongaria

Anak-anak berjalan di depan poster referendum Hungaria mengenai penerimaan imigran yang digelar pada 2 Oktober 2016. (Foto: Reuters)
24

HARIANACEH.co.id, Budapest – Warga Hongaria mengikuti referendum aturan Uni Eropa mengenai kuota penerimaan imigran, Minggu (2/10/2016).

Sebelumnya, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban telah menolak rencana pembagian total 160 ribu imigran ke seluruh negara anggota Uni Eropa.

Di bawah aturan Uni Eropa yang diumumkan setelah terjadinya krisis keimigrasian tahun lalu, maka Hongaria diwajibkan menerima 1.294 imigran dan pencari suaka.

Seperti dikutip BBC, sejumlah survei menunjukkan dukungan kuat warga Hongaria terhadap sikap Orban. Selama krisis keimigrasian, Hongaria menjadi negara transit di kawasan Balkan Barat menuju Jerman dan tujuan pengungsi lainnya.

Untuk menahan gelombang imigran, Hongaria menutup perbatasannya dengan Serbia dan Kroasia. Langkah tersebut populer di kalangan warga, namun dikritik sejumlah grup hak asasi manusia.

Dalam referendum, warga Hongaria ditanya: “Apakah kalian ingin Uni Eropa mewajibkan kedatangan orang-orang yang bukan warga Hongaria tanpa terlebih dahulu melalui Dewan Nasional Negara?

Pada Desember, Hungaria menggugat rencana Uni Eropa melalui jalur hukum. Dalam sebuah wawancara pekan lalu, Orban mengatakan jika warga lebih memilih “tidak” daripada “iya,” maka artinya warga Hongaria tidak akan menerima perintah Uni Eropa.

“Semakin banyak imigran, semakin besar pula risiko terjadinya aksi teror,” tambah Orban, merujuk pada ketakutan adanya ekstremis yang menyusup di gelombang pengungsi serta pencari suaka.

Uni Eropa membuat aturan kuota untuk menurunkan tekanan yang diemban Yunani dan Italia, dua negara yang menjadi titik masuknya pengungsi serta pencari suaka.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat