HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sidang Pembunuhan Boris Nemtsov Mulai Digelar Pengadilan Militer Moskow

4

HARIANACEH.co.id – Lima pria yang didakwa terlibat dalam pembunuhan politikus oposisi Rusia, Boris Nemtsov, mulai disidang di pengadilan militer di Moskow.

Mantan wakil perdana menteri yang menjadi pengkritik Presiden Vladimir Putin tersebut ditembak mati tahun lalu di dekat Kremlin atau kompleks pemerintah pusat Rusia.

Semua terdakwa adalah warga Chechnya yang diduga dijanjikan mendapat uang tunai untuk membunuh Nemtsov, namun kelimanya menolak dakwaan.

Keluarga Nemtsov khawatir pihak yang memerintahkan pembunuhan tidak akan pernah ditemukan.

Pengadilan di Moskow berlangsung dengan pengamanan ketat dan sejumlah wartawan tidak diizinkan masuk ke ruang sidang.

Nemtsov, yang berusia 55 tahun, menjabat wakil perdana menteri di bawah pemerintahan Presiden Boris Yeltsin pada tahun 1990-an.

Namun setelah hubungannya memburuk dengan Putin, dia menjadi politikus oposisi yang mengkritik keras pemerintah, perekonomian, korupsi, dan keterlibatan Rusia dalam perang Ukraina.

Boris Nemtsov ditembak mati ketika menyeberang jembatan di dekat Kremlin, 27 Februari 2015. (AFP)
Boris Nemtsov ditembak mati ketika menyeberang jembatan di dekat Kremlin, 27 Februari 2015. (AFP)

Pada malam terakhir sebelum dibunuh, dia datang ke stasiun radio dan menyerukan warga untuk bergabung dalam unjuk rasa.

Dia kemudian ditembak larut malam itu juga ketika sedang menyeberang jembatan yang terletak sekitar beberapa ratus meter dari Kremlin dan mati di tempat kejadian.

Lokasi penembakannya hingga saat ini masih ditandai dengan bunga-bunga untuk mengenangnya.

Ada kekhawatiran jika pelaku yang memerintahkan pembunuhan Nemtsov tidak akan ditemukan. (AP)
Ada kekhawatiran jika pelaku yang memerintahkan pembunuhan Nemtsov tidak akan ditemukan. (AP)

Presiden Putin menyebut pembunuhan Nemtsov sebagai ‘keji dan sinis’ serta berjanji untuk menyeret pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Para terdakwa mengaku sudah mengamati Nemtsov selama berbulan-bulan. Pihak penyidik mengatakan pelaku yang melakukan pembunuhan adalah seorang pejabat di bawah perintah pemimpin Chechnya yang pro-Moskow, Ramzan Kadyrov.

Rusia dilanda sejumlah pembunuhan politikus maupun wartawan terkenal, yang diduga terkait dengan isu politik.

loading...